Mas, sampai detik ini aku masih mencintaimu, masih menunggumu. Entah apa yang kupikirkan, tapi rasa cintaku masih sangat besar. Kepergianmu tanpa jejak tak menghiangkan sedikitpun rasa cinta dan yakinku padamu. Aku yakin kamu akan kembali, Mas. Suatu saat nanti.
Entah alasan apa yang membuatmu pergi tiba-tiba dariku. Tanpa jejak, tanpa sepatah katapun. Hanya meninggalkan aku sendiri di titik balik dimana aku bahkan tak tau caranya mencarimu.
Ya Allah, mengapa rasa cintaku bisa sebesar dan sekuat ini. Jika kepergiannya merupakan kehendakmu, jika aku dan dirinya tak bisa bersatu, tolong hilangkan rasa cinta yang kuat ini. Biarkan kami jalani cinta kami masing-masing dengan orang yang sudah kau pilihkan dalam buku takdir kami di Lauhul Mahfudz.
Rasa cintaku yang sangat besar, membuatku tetap yakin akan kembalinya dirinya, ya Rabb. Kuatkan hati hamba, kuatkan jiwa hamba yang sangat rapuh ini. Kuatkan aku yang lemah saat tanpa dirinya.
Ya Rabb, jika aku bukanlah tulang rusuknya, bukan wanita yang Kau pilihkan untuk mendampinginya, maka berikanlah dia wanita yang lebih pantas, wanita yang bisa jadi istri yang sholehah dan ibu yang terbaik bagi jagoan kecilnya. :') jagoan kecil yang sampai detik ini sangat kusayangi dan kurindukan.
Ya Allah, Ya Rabb, hanya Engkau yang tau sejauh mana cerita kami akan berjalan, dan sejauh mana cinta ini akan bertahan di tengah sulitnya hamba menemukannya.
Engkau yang tau hatiku, Engkau yang tau takdirku.
Bagaimana aku bisa melupakanmu, Mas. Sedangkan bayangmu saja selalu sukses hadir di tiap hela nafasku. Tak pernah sedetik pun pikiranku berhenti dari memikirkanmu. Ajarkan aku cara untuk melupakanmu, sedetik saja. Karena semakin aku memikirkanmu, semakin aku merindukanmu.
Aku kuat meskipun hanya memikirkanmu, dan membayangkan dirimu, aku terbiasa atas kondisi kita dulu. Tapi ini terlalu lama, Mas. Sudah lebih setengah tahun kepergianmu, 8 bulan tepatnya. Dulu kamu cuma pergi hanya beberapa hari, beberapa minggu paling lama. :') taukah kamu begitu berat rasanya saat kau tinggalkan disini?
Aku kuat, aku harus kuat. Seperti janjiku dulu, aku harus bisa kuat dalam kondisi apapun. Sekalipun hati menangis, aku harus kuat. Senyumku harus berkembang. Demi kamu, demi cerita kita dulu. Biarkan untuk sementara aku hidup di masa lalu kita, Mas. Biarkan aku menikmati setiap detik kenangan kita yang (dulu) indah :').
Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Seuntai cinta dan harapan terus terjalin, mengisi tiap relung hati yang indah. Dimanapun kamu, aku tetap disini dengan harapan tinggi dan besar terhadapmu.
Kalau memang aku tulang rusukmu, maka aku akan kembali padam, saat waktunya tiba :').
Aku mencintaimu, Mas, Sang Ksatria
Salam cinta, Sang Pencinta