Selasa, 18 Oktober 2011

........ (untittled part.3)

Sayangku, entah harus bagaimana ku katakan hal ini. Entah bagaimana aku harus menjelaskan dan memberitahumu, bahwa aku bingung menyikapi segala perubahan di dirimu. Aku selalu kamu sama dengan yang dulu, tidak ada perubahan seperti yang sering kau tanyakan. Tetapi, mengapa sekarang kamu menjadi sedikit berbeda? Atau hanya aku kah yang baru menyadari semuanya?

Aku mencintaimu, sayang, dan kau juga tau benar tentang hal itu.Tapi sikapmu yang menutupi masalah-masalah yang sedang kau hadapi yang membuatku tak mengerti. Kamu selalu memberi kabar dengan cara yang mengejutkan, pemberitahuan yang mendadak dan menimbulkan banyak tanya dalam hatiku. Bahkan kadang dengan emosi yang cukup tinggi, padahal aku belum tau apa-apa tentang masalah yang kau hadapi. Kalau tidak kupaksa, kau tak pernah mengucapkan dan menceritakannya padaku.

Sampai kadangkala aku berpikir dan bertanya sendiri, "Siapa aku dalam hidupmu?" atau "Siapa aku dalam hatimu?". Wajar aku bertanya seperti itu, karena sikapmu seolah aku orang lain yang tidak berhak mengetahui kehidupanmu. Kenapa, sayang? Kenapa harus begini sikapmu?

Aku berusaha untuk mengerti dirimu, segala hal tentangmu, mencoba menjadi seorang kekasih yang bisa dibanggakan olehmu. Sulit memang, karena halangan yang datang sebenarnya bukan dari diriku, bukan juga dari orang lain, tapi dari dirimu sendiri, sayangku. Kamu yang menutup dirimu, bahkan untuk diriku, wanita yang katamu sangat kau cintai. Aku tak pernah meminta apa-apa kan? Karena aku tidak mau membuatmu merasa terbebani. Aku tau, sadar, dan paham, profesimu tak sebebas orang-orang lainnya, tanggung jawabmu besar, aku mengerti. Tapi bukan berarti kamu bisa dengan mudahnya mengacuhkan orang yang kau tau sekali kalau dia menunggumu dengan setia kan?

Dalam cinta pun ada aturan tersendiri, sayangku. Aturan yang harus kita tau dan pahami, sama seperti aturan-aturan yang berlaku dalam profesimu. Aku tidak mau menuntut terlalu banyak, aku menunggu kamu lebih tenang dan rileks sedikit, agar kita bisa bicarakan hal ini dengan santai, tanpa perlu mengencangkan urat leher :)

Aku mencintaimu, selalu. Oh iya, ingatkah dirimu kalau sebentar lagi aku ulang tahun? Ya ulang tahunku tepat pada tanggal yang selalu kita peringati tiap bulannya (beberapa bulan ini aku sendirian merayakan tanggal spesial itu). Entahlah, dengan situasi seperti ini mungkin aku tak akan dapat hadiah atau ucapan darimu, itu pun juga kalau kau ingat ulang tahunku.hehehe. *mencoba menghibur diri sendiri

Apapun yang terjadi, tetap cintaku tak hilang untukmu, sayangku. Karena kehidupanku tanpa dirimu, tak akan pernah lengkap dan sempurna. :)

Salam cinta dan kerinduan untukmu, Sang Ksatria

Sang Pencinta


Jumat, 14 Oktober 2011

Tak Pernah Kubayangkan

Aku sudah tak bisa untuk menangis
Dan aku sudah tak bisa untuk berkata
Aku sudah tak bisa untuk mencinta selain dirimu
Kini tanpa nyawamu, aku merana
Cinta tanpa kasihmu terasa nestapa
Dan hanya kamu yang bisa buatku berkata, hatiku untukmu
Tak pernah ku bayangkan bila kehilangan dirimu
Tak pernah kuinginkan kecewa karena cinta
Karna sisa hidupku hanya untuk menanti, membahagiakan hatimu
("Tak Pernah Kubayangkan" - by Nindi)

Kamis, 13 Oktober 2011

.....

Hmmm, sibuk sekali kamu beberapa hari ini sayang. Aku rindu tau. :)

Sudah 2 hari tidak ada sapaan mesra darimu, tak apalah, namanya juga sedang bertugas. Masa aku harus ngambek dan marah-marah padamu? Ndak adil itu namanya.hehehe.

Aku ingin bercerita padamu sayang, sembari menunggu pergantian hari beberapa menit lagi :). Siapkah mendengar ceritaku?

Sayang, aku kira hanya kita berdua yang mengalami hubungan yang rumit. Ternyata aku salah, masih ada yang lebih rumit dibandingkan dengan hubungan kita. Syukur Alhamdulillah hubungan kita tidak pernah dan jangan sampai terganggu akibat hadirnya orang lain. (Awas aja kalau kamu berani ya yang!). Sahabatku, yang tak pernah kuceritakan padamu itu, dia mengalami kisah cinta yang lebih rumit dibandingkan kita.

Ya, rumit. Karena tidak hanya mereka berdua yang berhubungan, tapi juga ada abang dari sang lelaki yang juga mencintai wanita itu. Dia sedang dilema sayangku, aku hanya bisa membantunya sedikit, itupun dengan sangat hati-hati, karena aku takut kalau aku salah langkah. Aku tau kamu pasti akan marah kalau aku juga turut campur dalam masalah orang lain. Tapi percayalah, aku hanya berniat membantu, karena dia butuh seseorang untuk menyadarkan hatinya sayang. Maafkan aku ya :)

Semoga saja mereka bisa mengatasinya ya sayang. Amin, Insya Allah.

Hmmmm, sangat merindukanmu, Lelaki-ku.

Sang Pencinta

Jumat, 07 Oktober 2011

Mencintaimu, kekuatanku....

Selamat pagi kekasihku, bagaimana kabarmu hari ini sayang?

Tadi malam akhirnya kamu kembali mengirimkan kabar untukku, kabar yang amat sangat ku tunggu :). Sayang, bagiku kamu tetap seperti yang dulu, pria yang kucintai dengan segala yang ada di didirinya. Tanpa terkecuali, aku menyukai setiap titik di dirimu.

Aku masih sangat rindu, sayang. Tak cukup 1 jam untuk kita melepas rindu tadi malam. Tak cukup hanya bertanya kabar. Kamu jelek banget kalau bertanya seperti kemarin, pertanyaan yang selalu sukses membuatku deg-degan menunggu reaksimu atas jawabanku. :) Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa seperti yang aku takutkan. Kamu tau, aku memikirkan matang-matang jawaban yang akan kuberikan atas pertanyaan yang kamu lontarkan itu.

Aku semakin tersadar bahwa aku lemah tanpa dirimu. Ini bukan sekedar kalimat gombal, tapi memang inilah yang aku rasakan terhadapmu. Aku mencintaimu, kamu kekuatanku, Kamu ada di setiap langkah kaki dan hembus nafasku. Kamu yang selalu ada dalam curahan doaku. Segalanya, selalu.

Entah apa lagi yang harus ku ungkapkan, karena begitu banyak hal yang ingin ku ungkapkan, memperlihatkan padamu besarnya cintaku.

:) Sayangku, jangan pernah pergi lagi ya, karena aku bukan apa-apa tanpa kamu.

Sang Pencinta

Rabu, 05 Oktober 2011

I Guess You Don't Know.....

Taukah dirimu, saat pagi tiba aku selalu menghadapinya dengan ketakutan?

Aku pengecut sayang. Aku takut apabila pagi tiba dan matahari bersinar terang, semua mimpiku akan sirna, begitupun dengan dirimu. Jujur, aku sangat takut kehilanganmu. Aku bodoh, aku tau itu tanpa perlu kamu katakan.

Aku bodoh karena cintaku yang terlalu besar, karena mimpiku yang kujadikan kekuatanku untuk melangkah. Kamulah kekuatanku. Saat aku merasa semua ini sia-sia, kupejamkan mata dan kudengarkan suara hatiku, kubicara dengan Sang Khalik, meyakinkan hatiku bahwa inilah jalan-Nya. Jalan yang mempertemukanku padamu, rumahku ada di hatimu, sayang.

Saat pagi menjelang, aku selalu takut yang kita alami hanyalah mimpi belaka. Aku takut saat terbangun nanti kudapati diriku hanya bermimpi. Bahkan aku pernah berfikir untuk tidak terbangun lagi selepas malam, agar aku bisa tetap berada dalam mimpi-mimpi indah kita yang selama ini terwujud dalam mimpiku.

Mereka bilang aku bodoh karena menunggumu, aku tau sayangku, aku tau apa yang ada di fikiran mereka tentangmu. Tapi mereka tidak pernah tau yang sebenarnya kita rasakan. Seperti yang sering kamu katakan, mereka ya mereka, kita dengan urusan kita sendiri, tidak perlu ikut campur dan dicampuri :)

Malam ini aku kembali tidak tertidur, menunggu pesan-pesan yang kukirim dari sore tadi terkirim ke ponselmu yang entah sejak jam berapa tidak aktif. Mungkin sedang ada persiapan besar menyambut acara di kantormu.

Sayang, kekasihku, aku berkata seperti ini bukan bermaksud mengeluh. Hanya ingin mengeluarkan segala hal yang ada di kepalaku. Tolong jangan kau berfikir dan beranggapan aku lelah dan ingin menyerah dengan semua yang telah kita jalani, kamu salah besar sayangku :).

Tulisan ini hanyalah rangkaian dari perasaanku, isi hatiku yang saking banyaknya akhirnya membuatku memutuskan untuk menumpahkan segalanya lewat media ini. Tetapi apabila tiba waktunya untuk kita bersama nanti, maka akan kuceritakan segala hal yang kurasakan, semuanya tanpa terkecuali :)

Sudah hampir jam 2 dinihari, dan masih tak ada kabar darimu seharian ini, hmmm resiko jadi calon istri tentara :). Semoga acara Hari TNI pagi nanti bisa sukses sayang, aku menunggu ceritamu untukku. Yaaa, dinikmati sajalah, menunggumu sambil bercerita dan berbicara sendiri :). Sekali lagi, nanti akan kuceritakan semuanya padamu, saat kita bertatap muka, saat tiba waktunya kita untuk bersama dan menjadi satu. Amin ya rabbal alamin.

Begitu banyak hal yang belum kamu ketahui sayangku, tapi bukan karena aku menutupi hal-hal itu darimu, sungguh bukan. Tapi karena kita belum punya waktu yang tepat untuk bisa menceritakan segalanya. Mungkin kita butuh waktu seharian semalaman untuk menceritakan segala hal :). Yang pasti, aku menunggumu sayang.


Salam peluk penuh cinta dan kerinduan, untukmu Ksatria-ku :)

Sang Pencinta

......... (untitled)

Bagaimana kabarmu hari ini kekasihku

Masihkah sepotong hatimu tersedia ruang untukku?

Aku merindukanmu, benar-benar rindu. Entah sedang apa dirimu disana, terlelapkah? atau malah sedang terjaga karena sama rindunya dengan diriku?

Tak pernah cukup waktu sehari untuk ku nikmati bersamamu, andai saja bisa lebih banyak waktu yang kita habiskan bersama-sama, dengan senang hati. Tak pernah cukup, sayangku. Karena begitu banyak cerita, begitu banyak kata-kata yang ingin ku sampaikan padamu, begitu banyak hal yang ingin kubagi dan kuberikan padamu.

Serasa ada di dalam jam pasir, menunggu pasir turun ke dasar botol kaca nan bening. Menunggu dengan harap-harap cemas, akankah semua berakhir selepas malam ini?

Aku adalah wanita, sayang. Andaikan keadaan sebaliknya, dengan mantap dan tanpa ragu kau sudah kulamar. :) Ingatkah kamu saat kubilang ingin menikahimu? Kamu menjawab dengan cukup kaget, tapi tak ada salahnya aku mengutarakan hal yang sama yang pernah kau utarakan saat beberapa waktu sebelumnya bukan?

Aku hanya ingin meyakinkanmu bahwa aku mencintaimu. Aku menerimamu dengan segala yang ada di dalam dirimu. Profesimu, keluargamu, kondisimu, kelebihan dan kekuranganmu, juga masa lalumu. Semuanya tanpa terkecuali. Tapi mengapa saat kukatakan aku mencintaimu apa adanya kamu seolah tidak percaya? Sebegitu apatiskah hatimu tentang cinta yang tulus? Sebegitu parahkan luka yang ditinggalkan atas kepergian wanita yang begitu kau cintai, sampai-sampai kau tidak percaya lagi dengan cinta yang menerima segala kekuranganmu?

Taukah kamu, aku mengetik tulisan ini dengan penuh rasa rindu dan tetesan airmata yang tak pernah kering. Airmata yang selalu punya alasan untuk mengalir, airmata yang hanya bisa mengalir karena dirimu. Airmata yang bercampur berbagai rasa. Cinta, bahagia, impian, takut, resah, gundah, senang, sedih, all of them mixed in my tears.

Mengapa kau begitu tidak percayanya dengan cintaku? Mengapa kau selalu penuh dengan pikiran-pikiran buruk tentang kesetianku? Tepiskan keraguan itu, sayang, aku mohon. Karena memang tidak pernah terlintas niat apalagi sampai berani menduakan kesetiaan cinta yang sudah kita bangun hampir setahun ini.

Ada saatnya nanti kamu percaya penuh dan kembali pada cinta yang kita yakini di awal hubungan. Aku tetap menunggu, menunggu keberanianmu untuk meraih masa depan, membangun impian bersama. Disini, di tempat ini aku menunggumu dengan hatiku. Menunggumu dengan berjuta rasa yang tak pernah bisa kau percayai.

Sayang, aku hanya meminta dua hal darimu, yakinilah cintaku dan tempatkanlah aku dalam hatimu meskipun tempat yang kau berikan untukku tak sebesar cintamu untuknya, aku rela.

Ksatriaku... malam ini aku menunggumu, menunggu semua pesan-pesan yang sudah ku kirim dari tadi sore terkirim dan kau baca. Syukur Alhamdulillah kalau kau membalas pesan-pesanku itu :) I wish.
 
Sang Pencinta

Selasa, 04 Oktober 2011

Cinta Ini Hanya Milikmu...

Entah harus kukatakan berapa ratus kali tentang perasaanku, tentang hatiku, bahwa cinta dan hati ini hanya milikmu. Aku takkan menyerah untuk cinta kita, sayangku. Seberapapun besarnya rasa tidak percayamu tetap aku mencintaimu, tetap aku akan bertahan.

Terkadang merasakan kesedihan yang dalam, saat kamu malah acuh dan mengabaikanku. Aku mengerti kesibukanmu, aku mengerti waktumu tak hanya untukku. Tapi bisakah kita seperti dulu lagi? Seperti saat kamu berusaha meyakinkanku untuk menerimamu?

Aku merindukan saat-saat seperti dulu lagi sayang. Rindu saat perhatianmu yang besar, rasa cintamu yang perlihatkan, sifat protektifmu yang selalu membuatku tenang dan merasa aman. Segalanya tentang dirimu aku rindu.

Aku mampu bertahan karena cintamu. Taukah kamu saat kita dilanda masalah aku selalu takut, takut kehilangan cintamu. Itulah sebabnya mengapa aku selalu ingin kita menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi saat itu juga, tanpa harus menunggu hari esok. Aku tau cara pandang kita berbeda dalam beberapa hal, itu wajar sayangku. Tapi bukan berarti kita harus berantem tiap saat kan?

Kadang aku berfikir cintamu masih untuk almarhumah, aku merasa seperti seorang pelarian cinta, sayangku. Beragam cara ku coba untuk menepis segala rasa yang ada di hati dan fikiranku, namun gagal. Sampai pada suatu titik dimana aku mendapatkan cara dan jawaban yang tepat, kurasa.

Aku menerima kalau cintamu, hatimu masih terbagi untuk dirinya. Aku ikhlas, sayang. Aku bukan wanita yang memaksakan cintanya. Kamu bahkan tau siapa yang ada di hatiku. Selama apapun aku harus menunggu hatimu untukku, aku mampu, aku rela, dan aku mau.

Lihatlah aku sebagai diriku, bukan sebagai refleksi dirinya. Lihatlah aku sebagai cintamu yang sekarang, bukan yang dulu. Tak apa kalau kita masih mengingat dirinya, karena dia bagian dari masa lalumu, dia juga yang 'mempertemukan' kita. Dia juga berhubungan dengan cinta kita sayangku. Tanpa dia mungkin tidak akan ada kita. Mungkin ada, tetapi dengan cara dan situasi yang berbeda. Orang bilang ini takdir. Takdir Allah yang memperkenalkan dua orang yang berbeda jarak, tempat, dan waktu. Dua orang yang belum pernah bertemu, namun saling mencintai.

Inilah kita sayang, inilah cinta kita.

Aku mencintaimu

Sang Pencinta