Sayangku, entah harus bagaimana ku katakan hal ini. Entah bagaimana aku harus menjelaskan dan memberitahumu, bahwa aku bingung menyikapi segala perubahan di dirimu. Aku selalu kamu sama dengan yang dulu, tidak ada perubahan seperti yang sering kau tanyakan. Tetapi, mengapa sekarang kamu menjadi sedikit berbeda? Atau hanya aku kah yang baru menyadari semuanya?
Aku mencintaimu, sayang, dan kau juga tau benar tentang hal itu.Tapi sikapmu yang menutupi masalah-masalah yang sedang kau hadapi yang membuatku tak mengerti. Kamu selalu memberi kabar dengan cara yang mengejutkan, pemberitahuan yang mendadak dan menimbulkan banyak tanya dalam hatiku. Bahkan kadang dengan emosi yang cukup tinggi, padahal aku belum tau apa-apa tentang masalah yang kau hadapi. Kalau tidak kupaksa, kau tak pernah mengucapkan dan menceritakannya padaku.
Sampai kadangkala aku berpikir dan bertanya sendiri, "Siapa aku dalam hidupmu?" atau "Siapa aku dalam hatimu?". Wajar aku bertanya seperti itu, karena sikapmu seolah aku orang lain yang tidak berhak mengetahui kehidupanmu. Kenapa, sayang? Kenapa harus begini sikapmu?
Aku berusaha untuk mengerti dirimu, segala hal tentangmu, mencoba menjadi seorang kekasih yang bisa dibanggakan olehmu. Sulit memang, karena halangan yang datang sebenarnya bukan dari diriku, bukan juga dari orang lain, tapi dari dirimu sendiri, sayangku. Kamu yang menutup dirimu, bahkan untuk diriku, wanita yang katamu sangat kau cintai. Aku tak pernah meminta apa-apa kan? Karena aku tidak mau membuatmu merasa terbebani. Aku tau, sadar, dan paham, profesimu tak sebebas orang-orang lainnya, tanggung jawabmu besar, aku mengerti. Tapi bukan berarti kamu bisa dengan mudahnya mengacuhkan orang yang kau tau sekali kalau dia menunggumu dengan setia kan?
Dalam cinta pun ada aturan tersendiri, sayangku. Aturan yang harus kita tau dan pahami, sama seperti aturan-aturan yang berlaku dalam profesimu. Aku tidak mau menuntut terlalu banyak, aku menunggu kamu lebih tenang dan rileks sedikit, agar kita bisa bicarakan hal ini dengan santai, tanpa perlu mengencangkan urat leher :)
Aku mencintaimu, selalu. Oh iya, ingatkah dirimu kalau sebentar lagi aku ulang tahun? Ya ulang tahunku tepat pada tanggal yang selalu kita peringati tiap bulannya (beberapa bulan ini aku sendirian merayakan tanggal spesial itu). Entahlah, dengan situasi seperti ini mungkin aku tak akan dapat hadiah atau ucapan darimu, itu pun juga kalau kau ingat ulang tahunku.hehehe. *mencoba menghibur diri sendiri
Apapun yang terjadi, tetap cintaku tak hilang untukmu, sayangku. Karena kehidupanku tanpa dirimu, tak akan pernah lengkap dan sempurna. :)
Salam cinta dan kerinduan untukmu, Sang Ksatria
Sang Pencinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar