Kukumpulkan puing-puing dari kekuatan yang terkumpul selama ini, mencari sebuah keyakinan atas dirimu, harapan atas kembalinya dirimu. Namun, nihil. Aku tetap tak dapatkan apa-apa selain kenyataan yang tetap diam membisu.
Seolah semuanya bersekongol untuk menutupi kebenaran atas keberadaanmu padaku. Seolah ini sebuah teka-teki yang harus kupecahkan agar bisa menemukanmu. Aku lelah, lelah tuk terus berlari dan mencari. Aku ingin istirahat sejenak, kalau bisa untuk selamanya, menghentikan pencarian atas dirimu.
Kepergianmu yang tanpa pesan, tanpa jejak, berikan seribu tanya untukku. Lalu kemana kalimat cinta itu? Kemana semua impian yang sudah dirangkai untuk membahagiakan kita, dan bocah kecil yang selalu kurindukan dan kuimpikan?
Air mataku bahkan sudah habis, kering rasanya menunggumu, aku tak ada bedanya dengan manusia tanpa emosi, hanya bisa diam, seperti robot...
Setiap detil tetap kuingat, mengapa sangat susah melupakan sosokmu? Mengapa aku sangat sulit untuk melangkah maju sekalipun aku sudah sangat lelah?
Mengapa aku masih punya keyakinan besar bahwa kelak kau akan kembali? Mengapa?
Bahkan secara tak sadar saat berdoa pun yang kuucap adalah namamu dan bocah kecil kita. Nama kalian. Tak pernah berubah, secara refleks nama kalianlah yang keluar saat aku berdoa. Karena doa itulah yang menemaniku menunggu kalian hadir selama 2 tahun ini.
Ya, 2 tahun yang sangat panjang, terlebih beberapa bulan terakhir disaat kau pergi tanpa jejak. Sadarkah kau hatiku terluka? Aku tidak marah, sungguh. Coba kutanya, kapan aku pernah memarahimu? Tidak pernah, sayangku :).
Entahlah...aku pun bingung denganmu, bingung dengan ketiadaanmu yang begitu tiba-tiba. Membuatku hampir gila dan mati rasa...
Haruskah aku kembali menepi dan menunggumu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar