Jumat, 30 September 2011

Saya Merindukanmu...

Bukan rindu yang sekedar kalimat saja. Bukan rindu yang bisa hilang hanya bila saya mengucapkannya. Tetapi rindu yang tak pernah bisa hilang sekalipun kamu hubungi saya setiap hari. Rindu ini tak akan pernah bisa sembuh, tak akan bisa hilang, meskipun kamu aku ada disampingmu.

Menunggu kedatanganmu, kadang aku seperti mengkhayal dan bermimpi tentang masa depan. Masa depan yang sangat indah, yang aku takut apabila hal ini hanya akan menjadi mimpiku belaka. Tapi aku selalu yakin, Allah itu baik :) Dia tak akan pernah meninggalkan hambanya, dia selalu ada bersama hambanya, mendengarkan dan mengabulkan doa-doa mereka. Allah tau kapan saat tepat untuk mengabulkan semua doa-doa itu. Waktu yang tepat untuk membuat hambanya tersenyum dan menangis dalam waktu yang bersamaan.

Ya Allah, aku tau ini adalah salah satu rencanamu. Rencana yang aku sebagai hambamu tidak boleh mengetahuinya. Rencana yang hanya Engkau yang tau dan bisa melaksanakannya. :) Hamba tau Ya Rabb, Engkau telah membingkiskan cinta ini dalam kehidupan kami, memberikan kami izin untuk saling mencintai dan menyayangi. Untuk menyatukan cinta ini dalam ikatan-Mu yang suci. Kami sangat ingin menyatukan cinta ini Ya Rabb, kabulkanlah doa kami.

Hamba tau hamba belum sempurna menjadi hamba-Mu. Hamba tau bahwa banyak hal yang masih harus hamba perbaiki dalam hidup ini. Tapi izinkanlah kami bersama, mengikuti sunnah Rasul-Mu, Muhammad SAW. Menyempurnakan separuh dari agamaMu, mengamalkan segala perintahMu.

Kami tidak akan bisa menjalani kehidupan ini sendirian, kami menjadi kuat apabila kami bersama. Kami mencari keridhoanMu ya Rabb....

Jabahlah doa kami Ya Allah, pertemukanlah kami segera, satukanlah kami segera dalam ikatan suci pernikahan yang Engkau ridhoi. Amin ya rabbal alamin...

Sang Pencinta

Rabu, 28 September 2011

Sometimes...

Sometimes... Terkadang...

Kata inilah yang selalu mengelilingi kehidupan kita.

Terkadang kita bahagia

Terkadang kita menangis

Terkadang kita penuh emosi

Terkadang kita egois

Terkadang kita menjadi orang yang jahat

Terkadang kita....

Begitu banyak hal yang terjadi, selalu menjadi pelajaran yang datang di saat yang tepat. Di saat kita tidak menginginkan pelajaran itu namun membutuhkannya, maka dia akan muncul tanpa permisi. Tetapi di saat kita sangat menginginkan pelajaran itu namun kita sebenarnya tidak membutuhkannya, maka walaupun kita meminta dengan sangat, dia tetap tidak akan muncul.

Itulah kehidupan, belajar memaknai apa yang seharusnya kita pelajari dari kehidupan yang kita jalani sekarang. Hal inilah yang akan kita alami terus-menerus, sampai umur kita menua, sampai kita sampai pada saatnya. :)

Berhentilah mengeluh, tetaplah jalani dengan penuh senyum.

Mencintai seseorang adalah salah satu jalan dimana kita bisa belajar untuk menghargai dan mensyukuri kehidupan yang kita jalani.

Sang Pencinta

Inilah cintaku...

Terkadang sikapmu membingungkan, membuatku harus merenung lama untuk meresapi dan mengerti sikapmu, sembari mengernyitkan dahiku. Apa yang sebenarnya ada dalam hati dan pikiranmu sayangku? Keraguan kah? Ataukah perasaan takut kehilangan itu muncul kembali?

Aku selalu ingat saat kita memulai hubungan ini, lebih dari 10 bulan yang lalu. Perkenalan yang singkat namun sangat mendalam dan tak pernah kita bayangkan sebelumnya. I called it...DESTINY. Sayangku, saat kita berkenalan pertama kali, hal itu seperti deja-vu, aku seperti pernah mengalami hal itu sebelumnya, denganmu. Entah apa yang sedang direncanakan Sang Khalik untuk kita, namun satu hal yang pasti, aku selalu bersyukur saat Allah swt 'mengantarkanku' kepadamu. Pria yang sempurna bagiku di tengah kekurangan yang kamu miliki, kamu tetap sempurna.

Kamu mengajariku untuk menjadi wanita yang lebih baik, menyadarkanku bahwa keangkuhan selama ini ternyata salah tempat. Memberikan hal-hal yang tak pernah kubayangkan sebelum ini. Cintamu, kasih sayangmu yang besar, segala hal yang kita alami memberikan kita pelajaran untuk menyelesaikan segala masalah kita dengan hati dan kepala yang dingin. Meskipun kadang masih jauh dari harapan kita, but we've still tried, right hun? :)

Without you, i'm nothing. Aku bukan apa-apa tanpa kamu, yang. Aku terlanjur terlalu 'bergantung' padamu, tanpa kamu aku benar-benar lemah. Karena kamu kekuatanku, sejak hari itu, hari dimana kita pertama kali berkenalan. Sejak saat itulah aku tidak bisa lepas darimu.

Banyak sekali hal yang kita alami. Yang orang lain pun bahkan belum pernah mengalaminya. Dari hal baik dan buruk kita lewati bersama, menjalani hari-hari penuh airmata, sesak di hati karena kesalahan yang kita buat sendiri. Keegoisanmu dan keegoisanku kadang jadi penyebab semuanya. Namu kita selalu bisa masuk dalam satu arus, satu muara, mengalah. :) mengalah bukan berarti kita kalah, bukan berarti kita lemah dan tak punya kekuatan untuk melawan. Tapi karena memang tidak ada yang harus dilawan, melainkan harus dimengerti.

Kekasihku, sadarkah dirimu kalau sifat kita sama? Tak hanya alur kehidupan kita yang hampir sama, tapi juga isi hati dan kepala kita. Mungkinkah itu yang membuat aku mengerti dirimu? Begitu juga sebaliknya. Tapi kesamaan itu juga yang kadang menjadi permasalahan sendiri. Itulah kehidupan, sayangku. :)

Tak pernah cukup doa yang kupanjatkan, yang menggambarkan betapa aku sangat bersyukur bisa bersamamu sekarang. Terkadang kita 'bodoh', karena membiarkan pikiran-pikiran buruk muncul dan menemani hari-hari kita. Meskipun begitu, tak pernah aku menyesali tiap pertengkaran yang pernah terjadi, karena hal itulah yang membuat kita saling mengerti, mengungkapkan perasaan yang sebenarnya, rasa cinta yang kita punya dan rasakan (walau harus penuh airmata dan mengerahkan segala kekuatan yang tersisa). :)

Aku mencintaimu, sangat ingin bersamamu. Kita memang belum bersatu secara ragawi, namun jiwaku selalu ada bersamamu. Kita menunggu Allah swt menyatukan doa dan cinta kita, agar bisa bersatu seutuhnya. Mendampingi dan bersamamu adalah hal yang selalu menjadi mimpi-mimpi indahku, yang selalu membuatku sukses tersenyum dan mengaminkan berjuta doa dan harapan yang ada di dalam hati.

Sayangku, kekasihku, walau waktu berputar, cinta kita tetap bersinar dan kuat. Jagalah cinta ini, jangan biarkan pikiran buruk kita memenuhi ruang hati, membutakan mata dan telinga kita terhadap kebenaran cinta.

Salam cinta dari yang mengasihi dan sangat mencintaimu.

Sang Pencinta

Sabtu, 24 September 2011

Why I feel you've change, hun....???

Sayangku, maaf kalau aku tidak menyampaikan ini padamu. Bukan karena aku tak menghargaimu, bukan. Justru karena aku sangat mencintaimu, aku tak pernah ingin menyakiti hatimu.

Tanyalah pada dirimu sendiri, pasti kau akan tau reaksimu sendiri apabila aku ucapkan hal ini padamu kan? Kau pasti akan marah dan mulai berpikir buruk. Sungguh, aku tak pernah mau membohongimu, sayangku. Aku tau kau sedang lelah dengan kedinasanmu, aku paham dan mencoba mengerti tentang resiko profesimu yang berbeda dengan orang kebanyakan.

Sayangku, aku mengerti betul dengan waktumu yang tak bisa selalu ada untukku, yang tak bisa selalu mendengarkan cerita dan curahan hatiku. Tapi bisakah kau jelaskan dan ceritakan yang ada di hatimu, di pikiranmu, dan yang kau alami padaku walaupun hanya 1 kali dalam sehari. Atau paling tidak, bisakah kau ungkapkan apa yang sebenarnya kau rasakan sekarang?

Aku seolah tak mengenalimu lagi sayang, namun untuk bertanya langsung, ku kira ini bukan saat yang tepat. Kau ingat kita baru saja berbaikan setelah kejadian seminggu lalu? Aku tak ingin perang urat syaraf denganmu lagi sayangku, sangat menguras emosi hati dan pikiranku. Kau tau berhari-hari aku seperti orang ling-lung yang tak tau arah? Sangat tertekan tanpa dirimu. Aku bahkan tak tidur dan makan berhari-hari saat kita diterpa masalah. Ini salahku, iya. Tapi bukan berarti aku tak berhak meminta maafmu kan sayang?

Bukannya aku menagih hutang maaf darimu kekasihku, sungguh bukan itu. Tapi tak bisakah sejenak kau kembalikan ingatanmu saat berkali kau juga meminta maaf dariku? Saat mengatakan ini sungguh aku hanya bisa memohon ampun pada Allah, karena tak sedikitpun niatku untuk menyakiti maupun mengungkit hal-hal buruk yang terjadi dalam hubungan kita.

Hubungan kita memang tak pernah diganggu kehadiran orang ketiga, dan semoga saja tidak akan pernah, Naudzubillah. Cobaan yang datang justru dari sifat kita berdua, keegoisan yang datang tiba-tiba selalu sukses membuat kita bertengkar. Kau tau sayang, bukan maksud hatiku untuk mengungkit kesalahanmu, bahkan aku tak pernah menganggap itu sebagai suatu kesalahan, namun kekhilafan yang terjadi karena kamu, aku, kita hanya manusia biasa sayang.

Kadang aku berfikir, kenapa aku tak pernah bisa memarahimu? Kutemukan jawabannya, karena aku tak ingin kamu terluka, karena aku tak ingin merasa digurui, itulah sebabnya aku hanya mengingatkanmu. Aku mencoba meresapi dan memahami, menempatkan diri di posisimu agar aku bisa menyelami dan mengerti jalan pikiranmu.

Sayangku, aku bukannya ingin menghakimimu, hanya ingin dan berharap kau bisa mendengar isi hatiku, cobalah menjadi diriku, bagaimana rasanya diacuhkan saat kita selalu memberikan cinta yang besar? Aku tak mau menghitung besarnya cintaku sayang, aku tak mau kau jadi merasa aku 'menagih'mu. Tidak! Tapi aku ingin lebih mendapatkan perhatianmu, walaupun hanya sedikit di antara padatnya waktu yang kau miliki untuk beberapa minggu ini.

Aku merasa kau sedikit menjauh, sedikit berubah dari dirimu yang dulu. Aku merindukanmu yang bermanja-manja, aku merindukan segala hal yang dulu selalu kita bagi dan lewati bersama. Apakah ini proses pendewasaan? Semoga saja benar, Ya Allah, berikanlah kasih sayangMu yang besar dan tak terhingga untuk kami. Izinkanlah kami bersatu dalam satu waktu, satu tempat, satu jarak. Engkau tau hamba sangat mencintainya ya Rabb. Engkau tau hanya dia yang selalu ada dalam doa dan dzikir hamba.

Sang Pencinta

Senin, 19 September 2011

Selamat Pagi, Cintaku... :)

그리워 그리워서 Miss you, miss you so much,

그대가 그리워서 because I miss you so much

매일 난 혼자서만 Everyday all by myself,

그대를 부르고 불러봐요 calling and calling you

보고파 보고파서 Want to see you, want to see you,

그대가 보고파서 because I want to see you so much

이제 난 습관처럼 Now it’s like I have this habit,

그대 이름만 부르네요오늘도 keep calling out your name It’s the same today

Selamat pagi menjelang siang, cintaku :). Sedang apakah disana? Sampaikah salam rindu yang kukirimkan lewat doa dan panggilan mimpiku? Berikan senyum indahmu di hari ini sayangku, jangan biarkan emosi menjadi raja di hatimu ya sayang. Keep spirit for today :)

Berjuta bahkan bermiliar rasa rindu yang menyelimuti hatiku, sangat merindukan kekasihku. Hanya lagu lagu cinta favorit kita dan potretmu yang selalu temani ku di setiap waktuku. Anugerah terindah-ku, pemilik hati yang terindah, jagalah selalu aku dalam hatimu, simpanlah cintamu untuk diriku, hanya aku, satu-satunya :)

Berdoa yang terindah, semoga kita segera dipertemukan dan dipersatukan dalam ikatan suci-Nya yang indah dan agung. Amin ya Rabbal Alamin.

Sang Pencinta, dengan segenap rasa rindu yang menanti kepulanganmu :)

Minggu, 18 September 2011

Dia Yang Kucintai....

Selama ini, beberapa bulan ini, saya menceritakan tentang dirinya. :) ya, dia yang saya cintai. Pria yang menghuni hati saya sejak awal perkenalan. Pria yang menancapkan cintanya di hati dan kehidupan saya. Yang memberikan saya kekuatan dan semangat untuk melangkah. Dan yang terpenting, dialah yang membawaku kembali ke jalan-Nya, kembali menemukan diriku yang sesungguhnya, menghilangkan sisi kelam keangkuhan sifatku. Jangan bayangkan saya yang dulu dengan yang sekarang. 180 degrees different than this, maybe 360 degrees.

Pria ini, yang membawa senyum saya, mengukir cinta yang indah dengan segala kelebihan dan kekurangannya yang semakin membuat saya mencintainya dengan cinta yang teramat besar, cinta yang bahkan orang lain tak pernah bayangkan sebelumnya. Dia pria pertama, satu-satunya, dan pria terakhir yang ingin saya dampingi sepanjang sisa umur saya.

Begitu banyak hal yang kami lewati, dari sedih, ketawa, jahil, diam-diaman, ngambek, marah, ngamuk, kesel, nangis, begadang, romantis, nafsu makan hilang gara gara berantem hebat, sampai pada klimaksnya, putus, dan Alhamdulillah nyambung lagi. Semuanya pernah kami jalani, pernah kami rasakan. Bahkan tertawa dalam kesakitan yang luar biasa juga sudah kami lewati. Hal-hal yang tak pernah dibayangkan oleh orang lain. Momen-momen yang kami alami bersama, dengan jarak yang berjauhan tak jadi alasan untuk menghancurkan kebahagiaan yang kami rasakan.

Aku dan dia merasakan hal yang sama, menginginkan hal yang sama, mendoakan hal yang sama pula. Yaitu, bersama, berdua membangun ikatan yang diberkahi dan diridhoi-Nya, yang mendapatkan restu dan doa dari orang-orang yang kami sayangi :). Amin ya Rabb.

Kami pernah terpuruk, kami kadang berantem karena keegoisan yang meraja dalam hati. Tapi aku dan dia hanya manusia biasa, yang punya ego dan nafsu untuk memenangkan keinginan pribadi. Dan dari banyak pertengkaran, kami selalu bisa melaluinya, Alhamdulillah. Kata 'putus' yang pernah terlontar tak pernah bertahan lebih dari 1 jam (tapi terasa lama sekali). Kami tidak mudah untuk mengatakan kata 'keramat' itu, tidak pernah, bahkan terfikir pun tidak. Kalimat itu meluncur begitu saja justru karena kami tidak ingin menyakiti hati yang kami cintai.

Tapi cinta ini terus bertahan dan akan berrtahan. Karena kami saling mencintai karena Allah yang memberikan jalan. Karena Allah yang memberikan jalan-Nya.

Kekasihku, jaga dirimu disana ya, ingat pesan pesan cinta yang kutinggalkan untukmu. Kalimat ini mungkin tak kau lihat, tapi rasakanlah panggilan jiwaku untukmu. Hanya kamu :)

:) saat kau kembali pulang dari tugasmu, aku tetap memiliki cinta ini untukmu, dengan cinta yang bertambah besar.

Aku mencintaimu

Sang Pencinta

Can I Walk With You...???

I woke up this morning you were the first thing on my mind

I don't know were it came from all I know is I need you in my life, yeah

You make me feel like I can be a better woman

If you just say you wanna take this friendship to another place

[Chorus:]

Can I walk with you through your life

Can I lay with you as your wife

Can I be your friend 'till the end

Can I walk with you through your life (fades away)

(Can I Walk With You by India Arie)

Ngarep, udah ngebet jadi ibu soalnya :). Dan seperti lirik lagu diatas juga, "Can I lay with you as your wife". Ya, saya ingin berada disampingnya, mendampinginya, bersamanya.

Kabulkanlah doa hamba ya Rabb, Engkau Yang Maha Mengetahui betapa hamba mencintainya, betapa besar rasa cinta yang kami miliki. -Sang Pencinta-

Subhanallah.....

Saat pertama kali menonton video ini, tubuh saya langsung gemetar. Takjub, bahagia, dan iri, ingin seperti itu juga, merasakan pengalaman menjadi seorang ibu. Ibu yang sesungguhnya. Bagi sebagian orang memang terdengar lucu, karena usia saya tergolong muda. Tapi memang itu yang saya inginkan, bahkan menjadi doa saya disetiap waktu.

Amin Insya Allah :')

Sabtu, 17 September 2011

Subhanallah... Aku sangat mencintainya :')

Hanya kalimat tasbihmu yang bisa kusebut, ya Rabb. Hamba mencintainya, Dan rasa ini semakin bertambah kuat tiap detiknya. Membuat hamba tak bisa membendung perasaan untuk bisa bersamanya.

Ya Allah, Dzat Maha Pengasih dan Penyayang, Dzat Yang Maha Kuasa, Izinkanlah kami memulai ini dengan "Bismillahirrahmaannirrahiim" dan mengucapkan "Alhamdulillahirabbilalamin" saat engkau persatukan kami dalam ikatan-Mu yang suci. Izinkan kami menyatukan cinta yang Engkau berikan kepada kami Ya Allah. Kami hanya manusia lemah, yang hanya berupa jiwa yang tak lengkap apabila terpisah satu dengan lainnya. Bersama kami selalu kuat, bersama kami selalu berusaha untuk lulus dari ujian-Mu.

Aku tak mudah untuk mencintai, aku tak mudah mengaku ku cinta, aku tak mengatakan aku jatuh cinta. Dialah satu-satunya lelaki yang kucintai, dialah satu-satunya yang kuinginkan untuk menjadi Imam-ku, yang kucium tangan kanannya selepas sholat, yang kulayani dengan sepenuh hati dan keikhlasan. Yang kudampingi saat ia bersedih, yang kukuatkan saat ia melemah. Hanya dia Ya Rabb, lelaki pertama dan lelaki terakhir, juga lelaki satu-satunya yang kuinginkan untuk kudampingi.

Aku mencintainya karena dialah yang membawaku kembali kepadaMu, yang menunjukkan dan menundukkan kesombongan dan keangkuhan hatiku yang selama ini jauh darimu. Hamba lalai selama ini, merasa hamba kuat. Dan Engkau menyadarkan hamba, melalui dirinya, melalui lelaki yang teramat sangat kucintai.

Ya Rabb, jabahlah doa ini, sempurnakanlah agama kami dengan mempersatukan kami dalam ikatanMu nan suci. Jadikanlah kami hambamu yang selalu bersyukur, yang tak pernah melupakanmu bahkan disaat kami senang.

Rabbana aatina fiddunnya hasanah, wafil aakhirati hasanah, waqina adzaa bannaar.

Wa ja'ala baynakum mawaddataw wa rahmah

Menunggu Sang Ksatria pulang bertugas :') Sang Pencinta

Jumat, 16 September 2011

Well, I Really miss Him....

Begitu banyak hal yang terlewatkan, tak sempat tertuang dalam cerita. Hari-hari penuh penantian, airmata, dan akhirnya....senyum kebahagiaan.

Jujur, saya sendiri bingung harus memulai cerita ini dari mana, karena begitu banyak hal yang terjadi dan sangat ingin saya bagikan. Maybe we'll starting from Jogja :)

Dia sempat beberapa minggu bertugas di Jogja, naik-turun hubungan kami sepertinya kembali diuji di kota ini. Beberapa cobaan yang melanda, sempat membuat kami terhempas dalam kekacauan yang kami ciptakan sendiri. Dirinya dan saya, kami bertengkar! bukan dengan perang kata-kata, tapi bagi saya ini lebih parah, dia diam, saya didiamkan hampir 3 hari. Tapi saya tetap berikan penjelasan apa yang terjadi sebenarnya, untuk meluruskan kesalahpahaman. Kemarahannya sangat besar, sampai dia diam dalam 2 hari, itu membuat saya sangat kacau. Tak hentinya berdzikir, memohon pada Allah agar kemarahannya reda, saya jelaskan dan ungkapkan segala hal yang ada di kepala saya. Sampai akhirnya......

Hari itu, malam itu, akhirnya dia merespon pesan-pesan saya, walau harus perang urat syaraf lagi. Tengah malam, dengan kondisi tubuh sama-sama drop (saya gak makan apa apa 2 hari itu), pikiran kalut, hati saking rindunya, tapi gengsi bercokol tinggi. Saya sadar, saya harus tenang, karena dia lebih 'high-voltage' dari saya saat itu, saya berusaha tenang, membujuknya untuk pulang ke kos. Kalian tau dia dimana? Sedang ikut street-race di lapangan. Masya Allah... Saya bujuk dia dengan berbagai cara, bahkan sampai saya marah sekali. Saya takut terjadi macam-macam pada dirinya. Syukurlah dia mau menurut dan berhenti balapan, Alhamdulillah... Sesaat saya berfikir, inilah buah kesabaran menunggunya. Sejak tengah malam itu, kami kembali baikan. Dan dapat hikmah yang teramat besar, yang semakin membuat saya mencintainya. :') kami mengungkapkan isi hati kami sebenarnya, yang kami pendam selama 2 hari, yang jadi sumber kekacauan diantara kami.

Kami menghadapi berbagai hal yang terjadi, semakin dewasa dengan beragam masalah yang mengelilingi. Saya tidak akan pernah menjauh dan meninggalkannya, takkan pernah. Wallahi, saya mencintainya, bahkan jika saya harus hidup dengan amat sangat sederhana bersamanya.

Ujian percintaan memang selalu hadir, bahkan semakin lama semakin banyak hal yang lebih kompleks dari kelihatannya. Mungkin tidak perlu disebutkan semuanya, tapi sempat saya bingung dan ragu dengan dirinya. Kenapa? Karena saat dia dinas di Pekanbaru, sempat loss contact beberapa hari (1-2 hari saja sebenarnya), susah dihubungi, handphone kadang tidak aktif, dan yang membuat saya kacau teramat sangat adalah kemunculan seorang wanita yang mengaku kenal dengan kekasih saya itu. Alhamdulillah semua itu hanya kebohongan dari si wanita yang kesal karena pacar saya acuh dengan ajakan si wanita yang ngajakin 'backstreet' dibelakang saya. Dalam hati saya membatin 'Ya Allah, resiko punya pacar pilot AU yang ganteng dan keren'.hehe :)

Sayangku, maafkan kalau aku sempat ragu padamu, maafkan kalau aku sempat tak percaya dengan dirimu. Aku bukan malaikat ataupun bidadari yang tak punya salah. Aku hanyalah seorang wanita yang mencintaimu, hanya dirimu, satu-satunya di hidupku. Sang Pencinta

:') Kata Seorang Sahabat.....

"Allah itu Baik" itu kata salah seorang sahabat saya. Kami berbagi cerita, seperti sahabat yang terjalin bertahun tahun. adahal kami baru kenal saat itu. Wanita yang kuat, sangat kuat. Saya bahkan iri dengan kekuatannya untuk bertahan dalam semua hal yang terjadi di sekitarnya, terutama... hatinya.

Kami sempat takut dengan beberapa kesamaan (yang hanya kami yang tau apa itu). Ketakutan yang akhirnya mengantarkan kami ke gerbang kebenaran yang sesungguhnya. Benar kata dia, Allah itu memang baik, hanya saja kita yang kurang bersyukur atas apa yang kita punya selama ini. Hanya meminta dan meminta tanpa memberi.

Berbagi cerita dengannya, sahabat baru saya, memberikan kekuatan yang benar-benar besar. Kami sama-sama menunggu orang yang kami cintai pulang dan menemui kami. Menunggu senyum yang selalu kami rindukan dengan tetesan airmata yang bercampur rasa cinta dan rindu yang teramat sangat :')

Sahabat saya itu, seolah utusan dari-Nya, yang dikirimkan untuk membuat saya kuat. Wanita yang sangat besar cintanya kepada ksatrianya. Yang menunggu dengan setia kekasihnya yang tanpa kabar yang jelas. Sejenak saya berfikir, betapa malunya saya dengan sahabat saya itu. Dia menunggu kabar berbulan-bulan, dengan doa dan airmata yang selalu jatuh, denagn untaian tasbih yang tak henti. Saya malu, kenapa? Karena saya hanya ditinggal sebentar saja tapi sudah seperti orang yang ditinggal bertahun-tahun. Astaghfirullah.....

Kami terus berdoa, untuk kekasih kami, Pilotku dan Nahkodanya :'). Kesamaan sifta ternyata tak hanya terletak pada lelaki kami tersayang, tapi juga pada diri kami. Mungkin itulah yang membuat kami seperti sahabat lama yang dipertemukan kembali :). Sahabat yang mengingatkan dan mengutkan, yang diingatkan dan dikuatkan. Terima kasih ya Rabb, hamba bersyukur dipertemukan dengan sahabat sebaik wanita ini.

Banyak hal tentang sahabat saya ini yang ternyata juga sama dengan saya (termasuk urusan 'mother-world'.hehe). We both have a lot of things that really wanna share with our beloved man.

Untuk sahabat baru saya, saudara seiman saya, kuatkanlah dirimu. Kita kuat demi impian dan masa depan. :) Semangat!

*dedicated to my bestfriend: NYPS :), keep strong for ADP and B+D+G (singkatan yang hanya segelintir orang yang tau.hehe)

Sang Pencinta