Selasa, 18 Oktober 2011

........ (untittled part.3)

Sayangku, entah harus bagaimana ku katakan hal ini. Entah bagaimana aku harus menjelaskan dan memberitahumu, bahwa aku bingung menyikapi segala perubahan di dirimu. Aku selalu kamu sama dengan yang dulu, tidak ada perubahan seperti yang sering kau tanyakan. Tetapi, mengapa sekarang kamu menjadi sedikit berbeda? Atau hanya aku kah yang baru menyadari semuanya?

Aku mencintaimu, sayang, dan kau juga tau benar tentang hal itu.Tapi sikapmu yang menutupi masalah-masalah yang sedang kau hadapi yang membuatku tak mengerti. Kamu selalu memberi kabar dengan cara yang mengejutkan, pemberitahuan yang mendadak dan menimbulkan banyak tanya dalam hatiku. Bahkan kadang dengan emosi yang cukup tinggi, padahal aku belum tau apa-apa tentang masalah yang kau hadapi. Kalau tidak kupaksa, kau tak pernah mengucapkan dan menceritakannya padaku.

Sampai kadangkala aku berpikir dan bertanya sendiri, "Siapa aku dalam hidupmu?" atau "Siapa aku dalam hatimu?". Wajar aku bertanya seperti itu, karena sikapmu seolah aku orang lain yang tidak berhak mengetahui kehidupanmu. Kenapa, sayang? Kenapa harus begini sikapmu?

Aku berusaha untuk mengerti dirimu, segala hal tentangmu, mencoba menjadi seorang kekasih yang bisa dibanggakan olehmu. Sulit memang, karena halangan yang datang sebenarnya bukan dari diriku, bukan juga dari orang lain, tapi dari dirimu sendiri, sayangku. Kamu yang menutup dirimu, bahkan untuk diriku, wanita yang katamu sangat kau cintai. Aku tak pernah meminta apa-apa kan? Karena aku tidak mau membuatmu merasa terbebani. Aku tau, sadar, dan paham, profesimu tak sebebas orang-orang lainnya, tanggung jawabmu besar, aku mengerti. Tapi bukan berarti kamu bisa dengan mudahnya mengacuhkan orang yang kau tau sekali kalau dia menunggumu dengan setia kan?

Dalam cinta pun ada aturan tersendiri, sayangku. Aturan yang harus kita tau dan pahami, sama seperti aturan-aturan yang berlaku dalam profesimu. Aku tidak mau menuntut terlalu banyak, aku menunggu kamu lebih tenang dan rileks sedikit, agar kita bisa bicarakan hal ini dengan santai, tanpa perlu mengencangkan urat leher :)

Aku mencintaimu, selalu. Oh iya, ingatkah dirimu kalau sebentar lagi aku ulang tahun? Ya ulang tahunku tepat pada tanggal yang selalu kita peringati tiap bulannya (beberapa bulan ini aku sendirian merayakan tanggal spesial itu). Entahlah, dengan situasi seperti ini mungkin aku tak akan dapat hadiah atau ucapan darimu, itu pun juga kalau kau ingat ulang tahunku.hehehe. *mencoba menghibur diri sendiri

Apapun yang terjadi, tetap cintaku tak hilang untukmu, sayangku. Karena kehidupanku tanpa dirimu, tak akan pernah lengkap dan sempurna. :)

Salam cinta dan kerinduan untukmu, Sang Ksatria

Sang Pencinta


Jumat, 14 Oktober 2011

Tak Pernah Kubayangkan

Aku sudah tak bisa untuk menangis
Dan aku sudah tak bisa untuk berkata
Aku sudah tak bisa untuk mencinta selain dirimu
Kini tanpa nyawamu, aku merana
Cinta tanpa kasihmu terasa nestapa
Dan hanya kamu yang bisa buatku berkata, hatiku untukmu
Tak pernah ku bayangkan bila kehilangan dirimu
Tak pernah kuinginkan kecewa karena cinta
Karna sisa hidupku hanya untuk menanti, membahagiakan hatimu
("Tak Pernah Kubayangkan" - by Nindi)

Kamis, 13 Oktober 2011

.....

Hmmm, sibuk sekali kamu beberapa hari ini sayang. Aku rindu tau. :)

Sudah 2 hari tidak ada sapaan mesra darimu, tak apalah, namanya juga sedang bertugas. Masa aku harus ngambek dan marah-marah padamu? Ndak adil itu namanya.hehehe.

Aku ingin bercerita padamu sayang, sembari menunggu pergantian hari beberapa menit lagi :). Siapkah mendengar ceritaku?

Sayang, aku kira hanya kita berdua yang mengalami hubungan yang rumit. Ternyata aku salah, masih ada yang lebih rumit dibandingkan dengan hubungan kita. Syukur Alhamdulillah hubungan kita tidak pernah dan jangan sampai terganggu akibat hadirnya orang lain. (Awas aja kalau kamu berani ya yang!). Sahabatku, yang tak pernah kuceritakan padamu itu, dia mengalami kisah cinta yang lebih rumit dibandingkan kita.

Ya, rumit. Karena tidak hanya mereka berdua yang berhubungan, tapi juga ada abang dari sang lelaki yang juga mencintai wanita itu. Dia sedang dilema sayangku, aku hanya bisa membantunya sedikit, itupun dengan sangat hati-hati, karena aku takut kalau aku salah langkah. Aku tau kamu pasti akan marah kalau aku juga turut campur dalam masalah orang lain. Tapi percayalah, aku hanya berniat membantu, karena dia butuh seseorang untuk menyadarkan hatinya sayang. Maafkan aku ya :)

Semoga saja mereka bisa mengatasinya ya sayang. Amin, Insya Allah.

Hmmmm, sangat merindukanmu, Lelaki-ku.

Sang Pencinta

Jumat, 07 Oktober 2011

Mencintaimu, kekuatanku....

Selamat pagi kekasihku, bagaimana kabarmu hari ini sayang?

Tadi malam akhirnya kamu kembali mengirimkan kabar untukku, kabar yang amat sangat ku tunggu :). Sayang, bagiku kamu tetap seperti yang dulu, pria yang kucintai dengan segala yang ada di didirinya. Tanpa terkecuali, aku menyukai setiap titik di dirimu.

Aku masih sangat rindu, sayang. Tak cukup 1 jam untuk kita melepas rindu tadi malam. Tak cukup hanya bertanya kabar. Kamu jelek banget kalau bertanya seperti kemarin, pertanyaan yang selalu sukses membuatku deg-degan menunggu reaksimu atas jawabanku. :) Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa seperti yang aku takutkan. Kamu tau, aku memikirkan matang-matang jawaban yang akan kuberikan atas pertanyaan yang kamu lontarkan itu.

Aku semakin tersadar bahwa aku lemah tanpa dirimu. Ini bukan sekedar kalimat gombal, tapi memang inilah yang aku rasakan terhadapmu. Aku mencintaimu, kamu kekuatanku, Kamu ada di setiap langkah kaki dan hembus nafasku. Kamu yang selalu ada dalam curahan doaku. Segalanya, selalu.

Entah apa lagi yang harus ku ungkapkan, karena begitu banyak hal yang ingin ku ungkapkan, memperlihatkan padamu besarnya cintaku.

:) Sayangku, jangan pernah pergi lagi ya, karena aku bukan apa-apa tanpa kamu.

Sang Pencinta

Rabu, 05 Oktober 2011

I Guess You Don't Know.....

Taukah dirimu, saat pagi tiba aku selalu menghadapinya dengan ketakutan?

Aku pengecut sayang. Aku takut apabila pagi tiba dan matahari bersinar terang, semua mimpiku akan sirna, begitupun dengan dirimu. Jujur, aku sangat takut kehilanganmu. Aku bodoh, aku tau itu tanpa perlu kamu katakan.

Aku bodoh karena cintaku yang terlalu besar, karena mimpiku yang kujadikan kekuatanku untuk melangkah. Kamulah kekuatanku. Saat aku merasa semua ini sia-sia, kupejamkan mata dan kudengarkan suara hatiku, kubicara dengan Sang Khalik, meyakinkan hatiku bahwa inilah jalan-Nya. Jalan yang mempertemukanku padamu, rumahku ada di hatimu, sayang.

Saat pagi menjelang, aku selalu takut yang kita alami hanyalah mimpi belaka. Aku takut saat terbangun nanti kudapati diriku hanya bermimpi. Bahkan aku pernah berfikir untuk tidak terbangun lagi selepas malam, agar aku bisa tetap berada dalam mimpi-mimpi indah kita yang selama ini terwujud dalam mimpiku.

Mereka bilang aku bodoh karena menunggumu, aku tau sayangku, aku tau apa yang ada di fikiran mereka tentangmu. Tapi mereka tidak pernah tau yang sebenarnya kita rasakan. Seperti yang sering kamu katakan, mereka ya mereka, kita dengan urusan kita sendiri, tidak perlu ikut campur dan dicampuri :)

Malam ini aku kembali tidak tertidur, menunggu pesan-pesan yang kukirim dari sore tadi terkirim ke ponselmu yang entah sejak jam berapa tidak aktif. Mungkin sedang ada persiapan besar menyambut acara di kantormu.

Sayang, kekasihku, aku berkata seperti ini bukan bermaksud mengeluh. Hanya ingin mengeluarkan segala hal yang ada di kepalaku. Tolong jangan kau berfikir dan beranggapan aku lelah dan ingin menyerah dengan semua yang telah kita jalani, kamu salah besar sayangku :).

Tulisan ini hanyalah rangkaian dari perasaanku, isi hatiku yang saking banyaknya akhirnya membuatku memutuskan untuk menumpahkan segalanya lewat media ini. Tetapi apabila tiba waktunya untuk kita bersama nanti, maka akan kuceritakan segala hal yang kurasakan, semuanya tanpa terkecuali :)

Sudah hampir jam 2 dinihari, dan masih tak ada kabar darimu seharian ini, hmmm resiko jadi calon istri tentara :). Semoga acara Hari TNI pagi nanti bisa sukses sayang, aku menunggu ceritamu untukku. Yaaa, dinikmati sajalah, menunggumu sambil bercerita dan berbicara sendiri :). Sekali lagi, nanti akan kuceritakan semuanya padamu, saat kita bertatap muka, saat tiba waktunya kita untuk bersama dan menjadi satu. Amin ya rabbal alamin.

Begitu banyak hal yang belum kamu ketahui sayangku, tapi bukan karena aku menutupi hal-hal itu darimu, sungguh bukan. Tapi karena kita belum punya waktu yang tepat untuk bisa menceritakan segalanya. Mungkin kita butuh waktu seharian semalaman untuk menceritakan segala hal :). Yang pasti, aku menunggumu sayang.


Salam peluk penuh cinta dan kerinduan, untukmu Ksatria-ku :)

Sang Pencinta

......... (untitled)

Bagaimana kabarmu hari ini kekasihku

Masihkah sepotong hatimu tersedia ruang untukku?

Aku merindukanmu, benar-benar rindu. Entah sedang apa dirimu disana, terlelapkah? atau malah sedang terjaga karena sama rindunya dengan diriku?

Tak pernah cukup waktu sehari untuk ku nikmati bersamamu, andai saja bisa lebih banyak waktu yang kita habiskan bersama-sama, dengan senang hati. Tak pernah cukup, sayangku. Karena begitu banyak cerita, begitu banyak kata-kata yang ingin ku sampaikan padamu, begitu banyak hal yang ingin kubagi dan kuberikan padamu.

Serasa ada di dalam jam pasir, menunggu pasir turun ke dasar botol kaca nan bening. Menunggu dengan harap-harap cemas, akankah semua berakhir selepas malam ini?

Aku adalah wanita, sayang. Andaikan keadaan sebaliknya, dengan mantap dan tanpa ragu kau sudah kulamar. :) Ingatkah kamu saat kubilang ingin menikahimu? Kamu menjawab dengan cukup kaget, tapi tak ada salahnya aku mengutarakan hal yang sama yang pernah kau utarakan saat beberapa waktu sebelumnya bukan?

Aku hanya ingin meyakinkanmu bahwa aku mencintaimu. Aku menerimamu dengan segala yang ada di dalam dirimu. Profesimu, keluargamu, kondisimu, kelebihan dan kekuranganmu, juga masa lalumu. Semuanya tanpa terkecuali. Tapi mengapa saat kukatakan aku mencintaimu apa adanya kamu seolah tidak percaya? Sebegitu apatiskah hatimu tentang cinta yang tulus? Sebegitu parahkan luka yang ditinggalkan atas kepergian wanita yang begitu kau cintai, sampai-sampai kau tidak percaya lagi dengan cinta yang menerima segala kekuranganmu?

Taukah kamu, aku mengetik tulisan ini dengan penuh rasa rindu dan tetesan airmata yang tak pernah kering. Airmata yang selalu punya alasan untuk mengalir, airmata yang hanya bisa mengalir karena dirimu. Airmata yang bercampur berbagai rasa. Cinta, bahagia, impian, takut, resah, gundah, senang, sedih, all of them mixed in my tears.

Mengapa kau begitu tidak percayanya dengan cintaku? Mengapa kau selalu penuh dengan pikiran-pikiran buruk tentang kesetianku? Tepiskan keraguan itu, sayang, aku mohon. Karena memang tidak pernah terlintas niat apalagi sampai berani menduakan kesetiaan cinta yang sudah kita bangun hampir setahun ini.

Ada saatnya nanti kamu percaya penuh dan kembali pada cinta yang kita yakini di awal hubungan. Aku tetap menunggu, menunggu keberanianmu untuk meraih masa depan, membangun impian bersama. Disini, di tempat ini aku menunggumu dengan hatiku. Menunggumu dengan berjuta rasa yang tak pernah bisa kau percayai.

Sayang, aku hanya meminta dua hal darimu, yakinilah cintaku dan tempatkanlah aku dalam hatimu meskipun tempat yang kau berikan untukku tak sebesar cintamu untuknya, aku rela.

Ksatriaku... malam ini aku menunggumu, menunggu semua pesan-pesan yang sudah ku kirim dari tadi sore terkirim dan kau baca. Syukur Alhamdulillah kalau kau membalas pesan-pesanku itu :) I wish.
 
Sang Pencinta

Selasa, 04 Oktober 2011

Cinta Ini Hanya Milikmu...

Entah harus kukatakan berapa ratus kali tentang perasaanku, tentang hatiku, bahwa cinta dan hati ini hanya milikmu. Aku takkan menyerah untuk cinta kita, sayangku. Seberapapun besarnya rasa tidak percayamu tetap aku mencintaimu, tetap aku akan bertahan.

Terkadang merasakan kesedihan yang dalam, saat kamu malah acuh dan mengabaikanku. Aku mengerti kesibukanmu, aku mengerti waktumu tak hanya untukku. Tapi bisakah kita seperti dulu lagi? Seperti saat kamu berusaha meyakinkanku untuk menerimamu?

Aku merindukan saat-saat seperti dulu lagi sayang. Rindu saat perhatianmu yang besar, rasa cintamu yang perlihatkan, sifat protektifmu yang selalu membuatku tenang dan merasa aman. Segalanya tentang dirimu aku rindu.

Aku mampu bertahan karena cintamu. Taukah kamu saat kita dilanda masalah aku selalu takut, takut kehilangan cintamu. Itulah sebabnya mengapa aku selalu ingin kita menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi saat itu juga, tanpa harus menunggu hari esok. Aku tau cara pandang kita berbeda dalam beberapa hal, itu wajar sayangku. Tapi bukan berarti kita harus berantem tiap saat kan?

Kadang aku berfikir cintamu masih untuk almarhumah, aku merasa seperti seorang pelarian cinta, sayangku. Beragam cara ku coba untuk menepis segala rasa yang ada di hati dan fikiranku, namun gagal. Sampai pada suatu titik dimana aku mendapatkan cara dan jawaban yang tepat, kurasa.

Aku menerima kalau cintamu, hatimu masih terbagi untuk dirinya. Aku ikhlas, sayang. Aku bukan wanita yang memaksakan cintanya. Kamu bahkan tau siapa yang ada di hatiku. Selama apapun aku harus menunggu hatimu untukku, aku mampu, aku rela, dan aku mau.

Lihatlah aku sebagai diriku, bukan sebagai refleksi dirinya. Lihatlah aku sebagai cintamu yang sekarang, bukan yang dulu. Tak apa kalau kita masih mengingat dirinya, karena dia bagian dari masa lalumu, dia juga yang 'mempertemukan' kita. Dia juga berhubungan dengan cinta kita sayangku. Tanpa dia mungkin tidak akan ada kita. Mungkin ada, tetapi dengan cara dan situasi yang berbeda. Orang bilang ini takdir. Takdir Allah yang memperkenalkan dua orang yang berbeda jarak, tempat, dan waktu. Dua orang yang belum pernah bertemu, namun saling mencintai.

Inilah kita sayang, inilah cinta kita.

Aku mencintaimu

Sang Pencinta

Jumat, 30 September 2011

Saya Merindukanmu...

Bukan rindu yang sekedar kalimat saja. Bukan rindu yang bisa hilang hanya bila saya mengucapkannya. Tetapi rindu yang tak pernah bisa hilang sekalipun kamu hubungi saya setiap hari. Rindu ini tak akan pernah bisa sembuh, tak akan bisa hilang, meskipun kamu aku ada disampingmu.

Menunggu kedatanganmu, kadang aku seperti mengkhayal dan bermimpi tentang masa depan. Masa depan yang sangat indah, yang aku takut apabila hal ini hanya akan menjadi mimpiku belaka. Tapi aku selalu yakin, Allah itu baik :) Dia tak akan pernah meninggalkan hambanya, dia selalu ada bersama hambanya, mendengarkan dan mengabulkan doa-doa mereka. Allah tau kapan saat tepat untuk mengabulkan semua doa-doa itu. Waktu yang tepat untuk membuat hambanya tersenyum dan menangis dalam waktu yang bersamaan.

Ya Allah, aku tau ini adalah salah satu rencanamu. Rencana yang aku sebagai hambamu tidak boleh mengetahuinya. Rencana yang hanya Engkau yang tau dan bisa melaksanakannya. :) Hamba tau Ya Rabb, Engkau telah membingkiskan cinta ini dalam kehidupan kami, memberikan kami izin untuk saling mencintai dan menyayangi. Untuk menyatukan cinta ini dalam ikatan-Mu yang suci. Kami sangat ingin menyatukan cinta ini Ya Rabb, kabulkanlah doa kami.

Hamba tau hamba belum sempurna menjadi hamba-Mu. Hamba tau bahwa banyak hal yang masih harus hamba perbaiki dalam hidup ini. Tapi izinkanlah kami bersama, mengikuti sunnah Rasul-Mu, Muhammad SAW. Menyempurnakan separuh dari agamaMu, mengamalkan segala perintahMu.

Kami tidak akan bisa menjalani kehidupan ini sendirian, kami menjadi kuat apabila kami bersama. Kami mencari keridhoanMu ya Rabb....

Jabahlah doa kami Ya Allah, pertemukanlah kami segera, satukanlah kami segera dalam ikatan suci pernikahan yang Engkau ridhoi. Amin ya rabbal alamin...

Sang Pencinta

Rabu, 28 September 2011

Sometimes...

Sometimes... Terkadang...

Kata inilah yang selalu mengelilingi kehidupan kita.

Terkadang kita bahagia

Terkadang kita menangis

Terkadang kita penuh emosi

Terkadang kita egois

Terkadang kita menjadi orang yang jahat

Terkadang kita....

Begitu banyak hal yang terjadi, selalu menjadi pelajaran yang datang di saat yang tepat. Di saat kita tidak menginginkan pelajaran itu namun membutuhkannya, maka dia akan muncul tanpa permisi. Tetapi di saat kita sangat menginginkan pelajaran itu namun kita sebenarnya tidak membutuhkannya, maka walaupun kita meminta dengan sangat, dia tetap tidak akan muncul.

Itulah kehidupan, belajar memaknai apa yang seharusnya kita pelajari dari kehidupan yang kita jalani sekarang. Hal inilah yang akan kita alami terus-menerus, sampai umur kita menua, sampai kita sampai pada saatnya. :)

Berhentilah mengeluh, tetaplah jalani dengan penuh senyum.

Mencintai seseorang adalah salah satu jalan dimana kita bisa belajar untuk menghargai dan mensyukuri kehidupan yang kita jalani.

Sang Pencinta

Inilah cintaku...

Terkadang sikapmu membingungkan, membuatku harus merenung lama untuk meresapi dan mengerti sikapmu, sembari mengernyitkan dahiku. Apa yang sebenarnya ada dalam hati dan pikiranmu sayangku? Keraguan kah? Ataukah perasaan takut kehilangan itu muncul kembali?

Aku selalu ingat saat kita memulai hubungan ini, lebih dari 10 bulan yang lalu. Perkenalan yang singkat namun sangat mendalam dan tak pernah kita bayangkan sebelumnya. I called it...DESTINY. Sayangku, saat kita berkenalan pertama kali, hal itu seperti deja-vu, aku seperti pernah mengalami hal itu sebelumnya, denganmu. Entah apa yang sedang direncanakan Sang Khalik untuk kita, namun satu hal yang pasti, aku selalu bersyukur saat Allah swt 'mengantarkanku' kepadamu. Pria yang sempurna bagiku di tengah kekurangan yang kamu miliki, kamu tetap sempurna.

Kamu mengajariku untuk menjadi wanita yang lebih baik, menyadarkanku bahwa keangkuhan selama ini ternyata salah tempat. Memberikan hal-hal yang tak pernah kubayangkan sebelum ini. Cintamu, kasih sayangmu yang besar, segala hal yang kita alami memberikan kita pelajaran untuk menyelesaikan segala masalah kita dengan hati dan kepala yang dingin. Meskipun kadang masih jauh dari harapan kita, but we've still tried, right hun? :)

Without you, i'm nothing. Aku bukan apa-apa tanpa kamu, yang. Aku terlanjur terlalu 'bergantung' padamu, tanpa kamu aku benar-benar lemah. Karena kamu kekuatanku, sejak hari itu, hari dimana kita pertama kali berkenalan. Sejak saat itulah aku tidak bisa lepas darimu.

Banyak sekali hal yang kita alami. Yang orang lain pun bahkan belum pernah mengalaminya. Dari hal baik dan buruk kita lewati bersama, menjalani hari-hari penuh airmata, sesak di hati karena kesalahan yang kita buat sendiri. Keegoisanmu dan keegoisanku kadang jadi penyebab semuanya. Namu kita selalu bisa masuk dalam satu arus, satu muara, mengalah. :) mengalah bukan berarti kita kalah, bukan berarti kita lemah dan tak punya kekuatan untuk melawan. Tapi karena memang tidak ada yang harus dilawan, melainkan harus dimengerti.

Kekasihku, sadarkah dirimu kalau sifat kita sama? Tak hanya alur kehidupan kita yang hampir sama, tapi juga isi hati dan kepala kita. Mungkinkah itu yang membuat aku mengerti dirimu? Begitu juga sebaliknya. Tapi kesamaan itu juga yang kadang menjadi permasalahan sendiri. Itulah kehidupan, sayangku. :)

Tak pernah cukup doa yang kupanjatkan, yang menggambarkan betapa aku sangat bersyukur bisa bersamamu sekarang. Terkadang kita 'bodoh', karena membiarkan pikiran-pikiran buruk muncul dan menemani hari-hari kita. Meskipun begitu, tak pernah aku menyesali tiap pertengkaran yang pernah terjadi, karena hal itulah yang membuat kita saling mengerti, mengungkapkan perasaan yang sebenarnya, rasa cinta yang kita punya dan rasakan (walau harus penuh airmata dan mengerahkan segala kekuatan yang tersisa). :)

Aku mencintaimu, sangat ingin bersamamu. Kita memang belum bersatu secara ragawi, namun jiwaku selalu ada bersamamu. Kita menunggu Allah swt menyatukan doa dan cinta kita, agar bisa bersatu seutuhnya. Mendampingi dan bersamamu adalah hal yang selalu menjadi mimpi-mimpi indahku, yang selalu membuatku sukses tersenyum dan mengaminkan berjuta doa dan harapan yang ada di dalam hati.

Sayangku, kekasihku, walau waktu berputar, cinta kita tetap bersinar dan kuat. Jagalah cinta ini, jangan biarkan pikiran buruk kita memenuhi ruang hati, membutakan mata dan telinga kita terhadap kebenaran cinta.

Salam cinta dari yang mengasihi dan sangat mencintaimu.

Sang Pencinta

Sabtu, 24 September 2011

Why I feel you've change, hun....???

Sayangku, maaf kalau aku tidak menyampaikan ini padamu. Bukan karena aku tak menghargaimu, bukan. Justru karena aku sangat mencintaimu, aku tak pernah ingin menyakiti hatimu.

Tanyalah pada dirimu sendiri, pasti kau akan tau reaksimu sendiri apabila aku ucapkan hal ini padamu kan? Kau pasti akan marah dan mulai berpikir buruk. Sungguh, aku tak pernah mau membohongimu, sayangku. Aku tau kau sedang lelah dengan kedinasanmu, aku paham dan mencoba mengerti tentang resiko profesimu yang berbeda dengan orang kebanyakan.

Sayangku, aku mengerti betul dengan waktumu yang tak bisa selalu ada untukku, yang tak bisa selalu mendengarkan cerita dan curahan hatiku. Tapi bisakah kau jelaskan dan ceritakan yang ada di hatimu, di pikiranmu, dan yang kau alami padaku walaupun hanya 1 kali dalam sehari. Atau paling tidak, bisakah kau ungkapkan apa yang sebenarnya kau rasakan sekarang?

Aku seolah tak mengenalimu lagi sayang, namun untuk bertanya langsung, ku kira ini bukan saat yang tepat. Kau ingat kita baru saja berbaikan setelah kejadian seminggu lalu? Aku tak ingin perang urat syaraf denganmu lagi sayangku, sangat menguras emosi hati dan pikiranku. Kau tau berhari-hari aku seperti orang ling-lung yang tak tau arah? Sangat tertekan tanpa dirimu. Aku bahkan tak tidur dan makan berhari-hari saat kita diterpa masalah. Ini salahku, iya. Tapi bukan berarti aku tak berhak meminta maafmu kan sayang?

Bukannya aku menagih hutang maaf darimu kekasihku, sungguh bukan itu. Tapi tak bisakah sejenak kau kembalikan ingatanmu saat berkali kau juga meminta maaf dariku? Saat mengatakan ini sungguh aku hanya bisa memohon ampun pada Allah, karena tak sedikitpun niatku untuk menyakiti maupun mengungkit hal-hal buruk yang terjadi dalam hubungan kita.

Hubungan kita memang tak pernah diganggu kehadiran orang ketiga, dan semoga saja tidak akan pernah, Naudzubillah. Cobaan yang datang justru dari sifat kita berdua, keegoisan yang datang tiba-tiba selalu sukses membuat kita bertengkar. Kau tau sayang, bukan maksud hatiku untuk mengungkit kesalahanmu, bahkan aku tak pernah menganggap itu sebagai suatu kesalahan, namun kekhilafan yang terjadi karena kamu, aku, kita hanya manusia biasa sayang.

Kadang aku berfikir, kenapa aku tak pernah bisa memarahimu? Kutemukan jawabannya, karena aku tak ingin kamu terluka, karena aku tak ingin merasa digurui, itulah sebabnya aku hanya mengingatkanmu. Aku mencoba meresapi dan memahami, menempatkan diri di posisimu agar aku bisa menyelami dan mengerti jalan pikiranmu.

Sayangku, aku bukannya ingin menghakimimu, hanya ingin dan berharap kau bisa mendengar isi hatiku, cobalah menjadi diriku, bagaimana rasanya diacuhkan saat kita selalu memberikan cinta yang besar? Aku tak mau menghitung besarnya cintaku sayang, aku tak mau kau jadi merasa aku 'menagih'mu. Tidak! Tapi aku ingin lebih mendapatkan perhatianmu, walaupun hanya sedikit di antara padatnya waktu yang kau miliki untuk beberapa minggu ini.

Aku merasa kau sedikit menjauh, sedikit berubah dari dirimu yang dulu. Aku merindukanmu yang bermanja-manja, aku merindukan segala hal yang dulu selalu kita bagi dan lewati bersama. Apakah ini proses pendewasaan? Semoga saja benar, Ya Allah, berikanlah kasih sayangMu yang besar dan tak terhingga untuk kami. Izinkanlah kami bersatu dalam satu waktu, satu tempat, satu jarak. Engkau tau hamba sangat mencintainya ya Rabb. Engkau tau hanya dia yang selalu ada dalam doa dan dzikir hamba.

Sang Pencinta

Senin, 19 September 2011

Selamat Pagi, Cintaku... :)

그리워 그리워서 Miss you, miss you so much,

그대가 그리워서 because I miss you so much

매일 난 혼자서만 Everyday all by myself,

그대를 부르고 불러봐요 calling and calling you

보고파 보고파서 Want to see you, want to see you,

그대가 보고파서 because I want to see you so much

이제 난 습관처럼 Now it’s like I have this habit,

그대 이름만 부르네요오늘도 keep calling out your name It’s the same today

Selamat pagi menjelang siang, cintaku :). Sedang apakah disana? Sampaikah salam rindu yang kukirimkan lewat doa dan panggilan mimpiku? Berikan senyum indahmu di hari ini sayangku, jangan biarkan emosi menjadi raja di hatimu ya sayang. Keep spirit for today :)

Berjuta bahkan bermiliar rasa rindu yang menyelimuti hatiku, sangat merindukan kekasihku. Hanya lagu lagu cinta favorit kita dan potretmu yang selalu temani ku di setiap waktuku. Anugerah terindah-ku, pemilik hati yang terindah, jagalah selalu aku dalam hatimu, simpanlah cintamu untuk diriku, hanya aku, satu-satunya :)

Berdoa yang terindah, semoga kita segera dipertemukan dan dipersatukan dalam ikatan suci-Nya yang indah dan agung. Amin ya Rabbal Alamin.

Sang Pencinta, dengan segenap rasa rindu yang menanti kepulanganmu :)

Minggu, 18 September 2011

Dia Yang Kucintai....

Selama ini, beberapa bulan ini, saya menceritakan tentang dirinya. :) ya, dia yang saya cintai. Pria yang menghuni hati saya sejak awal perkenalan. Pria yang menancapkan cintanya di hati dan kehidupan saya. Yang memberikan saya kekuatan dan semangat untuk melangkah. Dan yang terpenting, dialah yang membawaku kembali ke jalan-Nya, kembali menemukan diriku yang sesungguhnya, menghilangkan sisi kelam keangkuhan sifatku. Jangan bayangkan saya yang dulu dengan yang sekarang. 180 degrees different than this, maybe 360 degrees.

Pria ini, yang membawa senyum saya, mengukir cinta yang indah dengan segala kelebihan dan kekurangannya yang semakin membuat saya mencintainya dengan cinta yang teramat besar, cinta yang bahkan orang lain tak pernah bayangkan sebelumnya. Dia pria pertama, satu-satunya, dan pria terakhir yang ingin saya dampingi sepanjang sisa umur saya.

Begitu banyak hal yang kami lewati, dari sedih, ketawa, jahil, diam-diaman, ngambek, marah, ngamuk, kesel, nangis, begadang, romantis, nafsu makan hilang gara gara berantem hebat, sampai pada klimaksnya, putus, dan Alhamdulillah nyambung lagi. Semuanya pernah kami jalani, pernah kami rasakan. Bahkan tertawa dalam kesakitan yang luar biasa juga sudah kami lewati. Hal-hal yang tak pernah dibayangkan oleh orang lain. Momen-momen yang kami alami bersama, dengan jarak yang berjauhan tak jadi alasan untuk menghancurkan kebahagiaan yang kami rasakan.

Aku dan dia merasakan hal yang sama, menginginkan hal yang sama, mendoakan hal yang sama pula. Yaitu, bersama, berdua membangun ikatan yang diberkahi dan diridhoi-Nya, yang mendapatkan restu dan doa dari orang-orang yang kami sayangi :). Amin ya Rabb.

Kami pernah terpuruk, kami kadang berantem karena keegoisan yang meraja dalam hati. Tapi aku dan dia hanya manusia biasa, yang punya ego dan nafsu untuk memenangkan keinginan pribadi. Dan dari banyak pertengkaran, kami selalu bisa melaluinya, Alhamdulillah. Kata 'putus' yang pernah terlontar tak pernah bertahan lebih dari 1 jam (tapi terasa lama sekali). Kami tidak mudah untuk mengatakan kata 'keramat' itu, tidak pernah, bahkan terfikir pun tidak. Kalimat itu meluncur begitu saja justru karena kami tidak ingin menyakiti hati yang kami cintai.

Tapi cinta ini terus bertahan dan akan berrtahan. Karena kami saling mencintai karena Allah yang memberikan jalan. Karena Allah yang memberikan jalan-Nya.

Kekasihku, jaga dirimu disana ya, ingat pesan pesan cinta yang kutinggalkan untukmu. Kalimat ini mungkin tak kau lihat, tapi rasakanlah panggilan jiwaku untukmu. Hanya kamu :)

:) saat kau kembali pulang dari tugasmu, aku tetap memiliki cinta ini untukmu, dengan cinta yang bertambah besar.

Aku mencintaimu

Sang Pencinta

Can I Walk With You...???

I woke up this morning you were the first thing on my mind

I don't know were it came from all I know is I need you in my life, yeah

You make me feel like I can be a better woman

If you just say you wanna take this friendship to another place

[Chorus:]

Can I walk with you through your life

Can I lay with you as your wife

Can I be your friend 'till the end

Can I walk with you through your life (fades away)

(Can I Walk With You by India Arie)

Ngarep, udah ngebet jadi ibu soalnya :). Dan seperti lirik lagu diatas juga, "Can I lay with you as your wife". Ya, saya ingin berada disampingnya, mendampinginya, bersamanya.

Kabulkanlah doa hamba ya Rabb, Engkau Yang Maha Mengetahui betapa hamba mencintainya, betapa besar rasa cinta yang kami miliki. -Sang Pencinta-

Subhanallah.....

Saat pertama kali menonton video ini, tubuh saya langsung gemetar. Takjub, bahagia, dan iri, ingin seperti itu juga, merasakan pengalaman menjadi seorang ibu. Ibu yang sesungguhnya. Bagi sebagian orang memang terdengar lucu, karena usia saya tergolong muda. Tapi memang itu yang saya inginkan, bahkan menjadi doa saya disetiap waktu.

Amin Insya Allah :')

Sabtu, 17 September 2011

Subhanallah... Aku sangat mencintainya :')

Hanya kalimat tasbihmu yang bisa kusebut, ya Rabb. Hamba mencintainya, Dan rasa ini semakin bertambah kuat tiap detiknya. Membuat hamba tak bisa membendung perasaan untuk bisa bersamanya.

Ya Allah, Dzat Maha Pengasih dan Penyayang, Dzat Yang Maha Kuasa, Izinkanlah kami memulai ini dengan "Bismillahirrahmaannirrahiim" dan mengucapkan "Alhamdulillahirabbilalamin" saat engkau persatukan kami dalam ikatan-Mu yang suci. Izinkan kami menyatukan cinta yang Engkau berikan kepada kami Ya Allah. Kami hanya manusia lemah, yang hanya berupa jiwa yang tak lengkap apabila terpisah satu dengan lainnya. Bersama kami selalu kuat, bersama kami selalu berusaha untuk lulus dari ujian-Mu.

Aku tak mudah untuk mencintai, aku tak mudah mengaku ku cinta, aku tak mengatakan aku jatuh cinta. Dialah satu-satunya lelaki yang kucintai, dialah satu-satunya yang kuinginkan untuk menjadi Imam-ku, yang kucium tangan kanannya selepas sholat, yang kulayani dengan sepenuh hati dan keikhlasan. Yang kudampingi saat ia bersedih, yang kukuatkan saat ia melemah. Hanya dia Ya Rabb, lelaki pertama dan lelaki terakhir, juga lelaki satu-satunya yang kuinginkan untuk kudampingi.

Aku mencintainya karena dialah yang membawaku kembali kepadaMu, yang menunjukkan dan menundukkan kesombongan dan keangkuhan hatiku yang selama ini jauh darimu. Hamba lalai selama ini, merasa hamba kuat. Dan Engkau menyadarkan hamba, melalui dirinya, melalui lelaki yang teramat sangat kucintai.

Ya Rabb, jabahlah doa ini, sempurnakanlah agama kami dengan mempersatukan kami dalam ikatanMu nan suci. Jadikanlah kami hambamu yang selalu bersyukur, yang tak pernah melupakanmu bahkan disaat kami senang.

Rabbana aatina fiddunnya hasanah, wafil aakhirati hasanah, waqina adzaa bannaar.

Wa ja'ala baynakum mawaddataw wa rahmah

Menunggu Sang Ksatria pulang bertugas :') Sang Pencinta

Jumat, 16 September 2011

Well, I Really miss Him....

Begitu banyak hal yang terlewatkan, tak sempat tertuang dalam cerita. Hari-hari penuh penantian, airmata, dan akhirnya....senyum kebahagiaan.

Jujur, saya sendiri bingung harus memulai cerita ini dari mana, karena begitu banyak hal yang terjadi dan sangat ingin saya bagikan. Maybe we'll starting from Jogja :)

Dia sempat beberapa minggu bertugas di Jogja, naik-turun hubungan kami sepertinya kembali diuji di kota ini. Beberapa cobaan yang melanda, sempat membuat kami terhempas dalam kekacauan yang kami ciptakan sendiri. Dirinya dan saya, kami bertengkar! bukan dengan perang kata-kata, tapi bagi saya ini lebih parah, dia diam, saya didiamkan hampir 3 hari. Tapi saya tetap berikan penjelasan apa yang terjadi sebenarnya, untuk meluruskan kesalahpahaman. Kemarahannya sangat besar, sampai dia diam dalam 2 hari, itu membuat saya sangat kacau. Tak hentinya berdzikir, memohon pada Allah agar kemarahannya reda, saya jelaskan dan ungkapkan segala hal yang ada di kepala saya. Sampai akhirnya......

Hari itu, malam itu, akhirnya dia merespon pesan-pesan saya, walau harus perang urat syaraf lagi. Tengah malam, dengan kondisi tubuh sama-sama drop (saya gak makan apa apa 2 hari itu), pikiran kalut, hati saking rindunya, tapi gengsi bercokol tinggi. Saya sadar, saya harus tenang, karena dia lebih 'high-voltage' dari saya saat itu, saya berusaha tenang, membujuknya untuk pulang ke kos. Kalian tau dia dimana? Sedang ikut street-race di lapangan. Masya Allah... Saya bujuk dia dengan berbagai cara, bahkan sampai saya marah sekali. Saya takut terjadi macam-macam pada dirinya. Syukurlah dia mau menurut dan berhenti balapan, Alhamdulillah... Sesaat saya berfikir, inilah buah kesabaran menunggunya. Sejak tengah malam itu, kami kembali baikan. Dan dapat hikmah yang teramat besar, yang semakin membuat saya mencintainya. :') kami mengungkapkan isi hati kami sebenarnya, yang kami pendam selama 2 hari, yang jadi sumber kekacauan diantara kami.

Kami menghadapi berbagai hal yang terjadi, semakin dewasa dengan beragam masalah yang mengelilingi. Saya tidak akan pernah menjauh dan meninggalkannya, takkan pernah. Wallahi, saya mencintainya, bahkan jika saya harus hidup dengan amat sangat sederhana bersamanya.

Ujian percintaan memang selalu hadir, bahkan semakin lama semakin banyak hal yang lebih kompleks dari kelihatannya. Mungkin tidak perlu disebutkan semuanya, tapi sempat saya bingung dan ragu dengan dirinya. Kenapa? Karena saat dia dinas di Pekanbaru, sempat loss contact beberapa hari (1-2 hari saja sebenarnya), susah dihubungi, handphone kadang tidak aktif, dan yang membuat saya kacau teramat sangat adalah kemunculan seorang wanita yang mengaku kenal dengan kekasih saya itu. Alhamdulillah semua itu hanya kebohongan dari si wanita yang kesal karena pacar saya acuh dengan ajakan si wanita yang ngajakin 'backstreet' dibelakang saya. Dalam hati saya membatin 'Ya Allah, resiko punya pacar pilot AU yang ganteng dan keren'.hehe :)

Sayangku, maafkan kalau aku sempat ragu padamu, maafkan kalau aku sempat tak percaya dengan dirimu. Aku bukan malaikat ataupun bidadari yang tak punya salah. Aku hanyalah seorang wanita yang mencintaimu, hanya dirimu, satu-satunya di hidupku. Sang Pencinta

:') Kata Seorang Sahabat.....

"Allah itu Baik" itu kata salah seorang sahabat saya. Kami berbagi cerita, seperti sahabat yang terjalin bertahun tahun. adahal kami baru kenal saat itu. Wanita yang kuat, sangat kuat. Saya bahkan iri dengan kekuatannya untuk bertahan dalam semua hal yang terjadi di sekitarnya, terutama... hatinya.

Kami sempat takut dengan beberapa kesamaan (yang hanya kami yang tau apa itu). Ketakutan yang akhirnya mengantarkan kami ke gerbang kebenaran yang sesungguhnya. Benar kata dia, Allah itu memang baik, hanya saja kita yang kurang bersyukur atas apa yang kita punya selama ini. Hanya meminta dan meminta tanpa memberi.

Berbagi cerita dengannya, sahabat baru saya, memberikan kekuatan yang benar-benar besar. Kami sama-sama menunggu orang yang kami cintai pulang dan menemui kami. Menunggu senyum yang selalu kami rindukan dengan tetesan airmata yang bercampur rasa cinta dan rindu yang teramat sangat :')

Sahabat saya itu, seolah utusan dari-Nya, yang dikirimkan untuk membuat saya kuat. Wanita yang sangat besar cintanya kepada ksatrianya. Yang menunggu dengan setia kekasihnya yang tanpa kabar yang jelas. Sejenak saya berfikir, betapa malunya saya dengan sahabat saya itu. Dia menunggu kabar berbulan-bulan, dengan doa dan airmata yang selalu jatuh, denagn untaian tasbih yang tak henti. Saya malu, kenapa? Karena saya hanya ditinggal sebentar saja tapi sudah seperti orang yang ditinggal bertahun-tahun. Astaghfirullah.....

Kami terus berdoa, untuk kekasih kami, Pilotku dan Nahkodanya :'). Kesamaan sifta ternyata tak hanya terletak pada lelaki kami tersayang, tapi juga pada diri kami. Mungkin itulah yang membuat kami seperti sahabat lama yang dipertemukan kembali :). Sahabat yang mengingatkan dan mengutkan, yang diingatkan dan dikuatkan. Terima kasih ya Rabb, hamba bersyukur dipertemukan dengan sahabat sebaik wanita ini.

Banyak hal tentang sahabat saya ini yang ternyata juga sama dengan saya (termasuk urusan 'mother-world'.hehe). We both have a lot of things that really wanna share with our beloved man.

Untuk sahabat baru saya, saudara seiman saya, kuatkanlah dirimu. Kita kuat demi impian dan masa depan. :) Semangat!

*dedicated to my bestfriend: NYPS :), keep strong for ADP and B+D+G (singkatan yang hanya segelintir orang yang tau.hehe)

Sang Pencinta

Sabtu, 04 Juni 2011

Saya kembali sabar...

Banyak hal yang terjadi dalam hubungan kami. Tapi saya tetap sabar menunggunya. Karena saya yakin dengan hati saya.
Sekeras apapun dia mencoba membohongi hatinya, saya tau dia ingin saya berada disisinya. Saya gak peduli dengan fisiknya, sumpah Demi Allah saya bahkan mencintainya bahkan sebelum saya melihat wajahnya.
Dia yang membuka mata saya bahwa banyak cinta yang menerima apa adanya. Kami terpisah jarak, tapi bagi saya itu bukan masalah. Keinginan untuk bertemu ada, bahkan sangat besar.
Entah apa yang harus saya tulis, saya bingung. Tapi perasaan saya akhir-akhir ini agak sedikit mellow, karena dia jarang kasih kabar. Saya merasa ada yang dia tutupi dari saya. Dia agak berubah sejak keluar dari rumah sakit. Saya tau penyakitnya, dan saya tetap bersamanya bukan karena rasa kasian. Tapi karena saya benar benar mencintainya dan ingin mendampingi dia.
Saya sangat sabar, saya hanya bisa berdoa agar dia kembali seperti semula. Kembali ceria dan kembali jadi dirinya sendiri. Saya merasa dia sedikit berbeda. Felling saya sangat kuat dan selalu benar jika berhubungan tentang dia.
Ya Allah, hamba tak pernah lepas meminta kepada-Mu. Persatukanlah kami dalam ikatan suci pernikahan, ya Rabb.
Bantulah kami menghadapi segala macam rintangan, bantulah kami menguatkan hubungan ini.
Izinkanlah dia menjadi imam hamba, ya Allah. Izinkanlah hamba mendampingi dan bersamanya, berjuang disisinya.
Hamba mencintainya, sangat. Dan ingin bersamanya.
Rabbana aatina fiddunya hasanah, wa fil aakhirati hasanah, waqina azza bannaar
Amin ya Rabbal Alamin.

Rabu, 18 Mei 2011

Kembali Diuji..... Bersabar

Hubungan ini kembali diuji. Saya tetap bersabar, tetap kuat, dan tetap menunggunya.
Hari ini dia masih terbaring lemah di rumah sakit. Mengingat hal ini saya seperti flashback ke 2 bulan yang lalu. Tanggal yang sama, dia juga sedang terbaring lemah. Saat itu bagi saya merupakan ujian yang amat sangat berat.
Tanpa kabar, handphone nonaktif, saya dengan perasaan amat sangat kalut, hanya bisa menangis, dan termenung.
Benar benar saat yang sangat buruk, dimana kesetiaan saya diuji. Dimana cinta kami harus berhadapan dengan masalah ini.
Dan sekarang, haruskah kejadian 2 bulan lalu terulang? Masalah yang sepele sebenarnya. Tapi juga gak bisa disepelekan. Saya tau saya yang salah, cara saya yang kurang tepat dan membuat dia tersinggung, dan berujung sakitnya dia. (Saya sudah menduga dia akan sakit, setelah 3 hari sebelumnya dia kehujanan).
Saya gak tau harus mulai darimana, tapi mungkin harus dimulai saat hari Senin, 16 Mei 2011.
Pagi itu kami smsan, seperti biasa saya bangunkan dia tiap subuh. Sempat smsan beberapa kali, eh dia ketiduran. Jam 6 pagi waktu Banjarmasin, dia balas sms saya, dan ngobrol sebentar. Dimulailah kesalahpahaman itu, dia bilang akan mencoba atur jadwal cutinya untuk menemui saya (for the first real meet).
Saya bilang sabar, dan minta dia tetap semangat kerja. Maksud saya saat itu adalah gak pengen dia banyak pikiran, sedangkan dia masih tugas dinas di Flores. Saya juga sangat ingin bertemu, tapi saya memahami dia, profesinya sebagai perwira AU.
Tapi dia malah mengira dan berfikir saya gak mengerti perasaan dia. Saya ngerti banget, bahkan apa yang saya rasakan sama dengan dia. Ingin bertemu, mengutarakan isi hati masing-masing secara langsung.Akhirnya hari itu dia emosi (dan itulah yang memicu sakitnya muncul lagi).
Seharian saya berusaha menjelaskan apa yang saya rasakan, agar dia mengerti.
Tetap gak ada kabar sama sekali. Samapai tepat jam 17.35 sore, datang smsnya, dia di rumah sakit, dadanya kembali sakit.
Masya Allah, saya langsung lemas membaca pesannya. Saya berusaha menguatkan dia.
Hal yang paling saya takutkan saat dia sakit adalah saat dia bicara yang aneh-aneh, dia berubah jadi orang yang pesimis ketika sakit. Saya gak pernah berhenti menguatkan dirinya, agar dia kembali semangat untuk sembuh. Apapun, bagaimanapun kondisinya saya tetap mencintainya, gak pernah berkurang sedikitpun.
YA Allah, Sembuhkanlah dia, kembalikanlah dia seperti dulu, seperti saat sembuh.
Pertemukanlah kami segera, Ya Rabb. Amin Ya Rabbal Alamin.

-sang pencinta-

Senin, 09 Mei 2011

..::Hasil dari Kesabaran::..

^_^ Alhamdulillah hubungan kami kembali lebih baik. Semoga selalu dilinduni dan diridhoi Allah swt. Amin ya Rabbal Alamin.
Momen anniversary tampaknya jadi titik kami menata hubungan yang kami bina ini. Saya mengerti dan paham kalau dalam suatu hubungan pasti ada beberapa kendala, apalagi hubungan jarak jauh seperti kami. Tapi bagi saya itu bukan masalah. Kami memang tidak bisa bertemu tiap saat, saling bertatapan, tapi kami tetap saling berkomunikasi. Berbagi cerita, ya, itulah yang sekarang kami lakukan. Menyatakan isi hati masing masing. Marah, kesal, kacau, takut, rindu, bahagia, sayang, cinta, dll. mencampur aduk dalam cerita kami.

Saya mencintainya, dan saya juga yakin dengan cintanya. Kami hanya manusia biasa yang menginginkan kebahagiaan, saling membahagiakan, dan meraih kebahagiaan bersama.
Obrolan kami tak hanya seputar "Lagi ngapain?", "Mau kemana?", "Udah makan belum?", tapi lebih dari itu. kami saling mengenal dan memahami karakter masing masing. Kami mempunyai tujuan besar dalama hubungan ini. Pernikahan.

Ya, kami ingin bersama sebagai sepasang suami istri yang saling cinta, menghargai, bisa menjadi sahabat, pegangan dikala yang satunya lemah, arti pasangan bagi kami adalah saling mengasihi dan memahami.

Ya Allah, Ya Rabb, Wahai Dzat Suci Yang Maha Kuasa, Maha Penyayang dan Maha Pengasih, tautkanlah cinta kami dalam ikatan suci pernikahan. Jadikanlah kami hamba-Mu yang bertakwa. Jodohkanlah kami, persatukanlah kami, Ya Allah.
Rabbana Aatina Fidduniya Hassanah, Wa Fil Aakhirati Hassanah, Waqina Adza Bannar.....


-sang pencinta-

Minggu, 01 Mei 2011

I Just Wanna Say............

I Love You, Hunby.... :)
Really loves you.
(kamu ngga tau kan kalo tiap detik aku mikirin kamu. Ngga pernah lepas sedikit pun, yang. Coba kamu baca blog ini, mungkin kamu bakal sadar atau malah marahin aku karena curhat online tentang hubungan kita?hehehe).
Aku cinta kamu yang selalu menguatkan aku. Aku cinta kamu dengan seluruh hal baik dan buruk yang ada didirimu. Aku cinta dan sayang kamu sepenuhnya. :)
Ya Allah, tautkanlah dan ukirkanlah nama kami dalam jalinan perjodohan yang indah dari-Mu. Izinkan hamba menjadi makmumnya, dan dia menjadi imam hamba, Ya Rabb.
Amin Ya Rabbal Alamin.

Jumat, 29 April 2011

Semakin besar....

Semakin besar keinginan saya untuk menikah dengan kamu mas. Kamu ingat kemaren kamu bertanya apakah saya siap hidup sebagai istri seorang tentara yang punya banyak aturan. Apakah yang berasal dari kedinasan kamu maupun aturan yang kamu jadikan prinsip hidupmu. Saya jawab, "YA". Saya ngga pernah ragu saat menjawab pertanyaan itu. Saya jawab dengan sangat serius dan sangat yakin. Seyakin hati saya saat memilh kamu saat itu.
Saya siap dan bersedia menikah dengan kamu. Saya mampu menjalani kehidupan bersama kamu dengan aturan-aturan yang kita sepakati.
Saya tau kamu punya alasan kuat dengan aturan-aturan itu, dan saya juga memahaminya. Karena itulah saya bersedia untuk itu.
Saya ngga pernah menganggap ini sebagai keterpaksaan ataupun pengorbanan. Tapi ini adalah yang saya inginkan juga. Cinta bukan pengorbanan. Bagi saya cinta adalah menyatukan keinginan bersama, tapi bukan kesepakatan.

Saya mencintai kamu. Taukah kamu kalau setiap saat saya membayangkan tentang kehidupan berumah tangga bersama kamu. Bahkan tadi malam saya tertidur setelah hampir satu jam mengkhayal tentang kita.
Saya belajar dan berusaha untuk menjadi istri yang baik bagi kamu kelak.
Saya amat sangat mencintai kamu, mas.

Sabtu, 09 April 2011

Bertahan.....

Aku bertahan karena aku yakin dengan cinta kita, mas. Aku tetap bersabar menunggu sikap kamu, menunggu hingga kamu ngga begitu sibuk lagi, agar kita bisa kayak dulu lagi. Aku ngga nyalahin kesibukan kamu, aku mencoba mengerti dan memahami. Yaaa, hitung-hitung belajar dan mempersiapkan diri jadi istri seorang perwira TNI AU.
Aku mencintai kamu dengan seluruh hati, jiwa, raga, dan seluruh pikiranku. Walau terkadang rasa rindu yang teramat sangat dalam datang menyerang, aku tetap menguatkan diri dan hatiku.
Hanya ditemani foto-foto dan sms-sms kamu, mas. Juga ditemani impian-impian dan khayalan tentang masa depan kita yang indah.
Tahukah kamu aku sering merasa iri dengan teman-temanku dan juga orang-orang yang kutemui sedang jalan dan bersama pasangan mereka. Aku juga ingin seperti mereka, mas. Bisa bertemu kapan saja, paling tidak bisa mendengar suaramu. Tapi aku tetap sabar menunggu kedatangan kamu. Aku selalu bersabar menunggu kamu.
Aku kuat? Ngga, aku bisa berdiri tegar dan bertahan disini dengan hatiku untuk kamu bukan karena aku kuat dan hebat. Tapi karena cinta kita yang selalu aku yakini. Cinta yang besar, cinta yang dari awal pertama sudah kuyakini akan bertahan samapai kapanpun, yang kuat bertahan walau dihadang berbagai masalah. Aku mencintaimu, mas. Mencintai kamu dengan segala kekurangan dan kelebihan dirimu. Aku bukan berpuisi, tapi memang benar yang aku katakan.
Aku mencintaimu, sangat mencintaimu, dan tetap mencintaimu. Meskipun kadang kamu seolah tak menghiraukan rasa rindu yang kuungkapkan, aku tetap mencintaimu dengan cintaku yang besar.

-Sang Pencinta yang (sangat) merindukan Sang Ksatria-

Jumat, 08 April 2011

Maaf, saya sudah berpikir buruk...

Astagfirullahal adzim, kok saya bisa berpikir seperti itu? Bodoh sekali saya jika kembali punya pikiran begitu. Bisa-bisanya saya berniat menjodohkan pacar saya, pria yang amat sangat saya cintai dan sayangi dengan teman kampus saya. Masya Allah, maafkan hamba Ya Rabb, hamba telah punya pikiran buruk seperti tadi siang. Saya khilaf, benar-benar khilaf. Hanya karena saya merasa teman saya itu lebih baik dan sempurna, dibanding saya yang jauh dari menarik. Ya Allah, ampunilah hamba. Maafkan kesalahan dan pikiran-pikiran buruk hamba yang mengganggu dalam diri saya sendiri.

-sang pencinta-

Kamis, 07 April 2011

Bertemankan sepi...

Malam ini saya menangis lirih. Sendirian, di kamar yang membuat saya nyaman. Memandangi fotonya membuat dada saya terasa ditarik kuat oleh perasaan rindu yang amat sangat gencarnya. Air mata meleleh tanpa perlawanan.
Kerinduan yang sangat dalam. Rasa cinta yang tak tertahankan. Membuat diriku, Sang Pencinta yang sangat mencintai dan menanti Sang Ksatria hadir menemani di tiap waktunya. (meskipun sebenarnya tidak mungkin).
Aku mencintaimu dengan seluruh jiwa, raga, hati, waktu, pikiran, semua yang ada pada diriku.
Aku mencintaimu selayaknya bintang yang tak pernah bisa hidup tanpa adanya malam. Aku bintang yang redup, hanya berupa debu bintang, serpihan super kecil yang terabaikan. Yang mendapatkan kembali sinarnya karena dirimu, Sang Ksatria, yang jadi sinar kekuatan yang selalu terangi tiap perjalanan bintang.
Aku mencintaimu, Mas.

-sepi dalam kerinduan-

Rabu, 06 April 2011

Kabulkanlah Ya Allah...

Saya sangat ingin menjadi istrinya, istri yah sholehah, mendampingi dirinya, menjadi bunda bagi putra-putri kami kelak, membangun rumah tangga yang saqinah, mawaddah, dan warrahmah, juga barokah.
Ya Allah, Ya Rabb, Kabulkanlah doa hamba, izinkanlah hamba bersamanya, walau hanya sekejap, sebentar saja tak apa. Impian hamba, mimpi-mimpi tiap malam, tiap waktu, tiap detik, selalu tentang dia. Hamba sangat mencintai dan menyayanginya. Ya Allah, dekatlah hati, jiwa, dan raga kami, pertemukanlah kami segera. Amin Ya Rabbal Alamin.

Saya ingin menikah...

Eits, ini bukan karena ikutan tren artis-artis yang menikah di usia muda.
Saya ingin menikah, karena memang ini yang saya impikan dan inginkan dari dulu. Terlebih saya sudah yakin dengan lelaki itu, pacar saya. Saya tau, hubungan kami masih baru. Apalagi tidak mudah bagi kami karena jarak kami yang jauh dan beda domisili. Saya masih semester 4 dan dia sering tugas dinas luar kota. Tapi niat baik ngga bisa dihalangi hal-hal diatas kan? Memang tidak mudah, tapi pasti bisa diatasi bukan?
Tiap hari selepas sholat saya berdoa, agar jalan jodoh kami dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah swt. Tiap detik, menit, dan jam, saya tidak lepas memikirkan dirinya, mendoakannya dalam nafas dan air mata saya.
Berbagai mimpi dan khayalan indah tentangnya, tentang kami selalu mewarnai hari-hari saya. Membuat saya selalu kuat menghadapi badai yang beberapa kali menerjang hubungan kami. Without him, I'm just an ordinary woman, always waiting for my love. But with him, I feel so great, have a big power, share my huge and super love for him, the only one person who lives in my heart.
Kalo saat dia datang nanti dia bertanya 'Will you marry me?' maka akan saya jawab dengan amat sangat yakin dan keras 'Of course, I do'.
Saya hanya manusia biasa, Sang Pencinta yang mendamba Sang Ksatria datang, tapi saya punya cinta luar biasa yang melebihi besarnya planet bumi dan mengalahkan sinar bintang di kala malam.

-It because of L.O.V.E-

Apakah saya seorang yang Idealis?

Saya ingin mencintai dan dicintai. Saya selalu yakin dengan cinta. Percaya pada cinta sejati. Dan hal hal indah lainnya. Apakah itu bisa disebut Idealis? atau Un-realistic?

Kata teman saya, setia itu menyakitkan. Hanya menunggu, dan perbuatan yang sia-sia. Tapi bagi saya, kesetiaan itu penting, sangat penting. Walaupun orang itu tidak berada di dekat kita, tidak melihat apa yang kita lakukan, tapi bukan berarti kita bebas untuk selingkuh. Yang pasti itu bukan saya. Saya orang yang memegang teguh kesetiaan. Saat saya mencintai seseorang, saya hanya mencintai dia seorang. Jangan pernah tanyakan tentang orang lain dihati saya. Karena tidak ada satupun yang lain, selain dia. Saya mencintai dia, dan ngga akan pernah mengkhianati cinta yang saya rasakan.
Walaupun dia jauh, saya tetap memegang kesetiaan saya untuknya. Satu-satunya pria yang saya cintai, yang saya sayangi, yang mengisi hari dan hati saya. Saya bukan pengumbar cinta yang menginginkan kehadiran seorang pria hanya karena kesepian. Ya, mungkin benar saya idealis. Menginginkan cinta, dicintai, dan mencintai.
Bagi saya, cinta adalah sesuatu yang sakral, yang harus dijaga dan dipegang teguh. Jangan sampai ternodai dengan perselingkuhan.

Still waiting for his moved...

Hmm. Menunggu lagi. Menunggu dengan sabar. Menanti dengan kesetiaan yang teruji. Can't you feel my feeling? hmmm...
Saya tak pernah sesabar ini sebelumnya. Tapi bersamanya, saya jadi punya kekuatan dan kesabaran luar biasa. Ya, ini semua karena cinta saya yang hanya untuk dia, lelaki spesial yang menghuni hati, pikiran, dan hidup saya beberapa bulan ini. Karena cinta, dan karena dirinya pulalah saya bertahan di tempat saya berdiri, menanti kedatangannya.

Lagi lagi cintalah yang berada di balik kehidupan seseorang. Saya mencintainya, sungguh sangat mencintainya. Andai dia baca tulisan ini, apakah yang dirasakannya? Marahkah dia? Kesal? Senang? Bahagia? Atau malah sedih? Saya ngga tau, dan dia juga ngga pernah tau blog saya yang ini.

SAYA MENCINTAI DIRINYA. ^_^

-keep waiting for him-

Rabu, 30 Maret 2011

Yaaaaahhhhh.... :((

Hmm, harus bener bener sabar banget. Kangen ya ditahan, beberapa hari selama dia bertugas. Mana dia ditugasin di bagian timur Indonesia, ngga ada sinyal providernya (provider baru sih). Yah, sebagai pacar yang baik (hehe), saya tetap setia dan menunggu dengan sabar, walau hati kangen banget.

4 bulan hubungan ini banyak banget cobaannya, dari sifat burukku yang bikin dia marah besar, dia dirawat di rumah sakit, sibuk sama pekerjaannya, sampai tadi sore, dia kabarin kalo dapat tugas ke Flores, NTT selama seminggu. T_T pengen nangis tapi udah ngga bisa lagi. Mungkin dia jawaban doaku, yang minta dikuatkan apabila merasa merindu. Dia selalu minta saya agar jangan cengeng, jangan meneteskan air mata untuknya. Padahal, gimana ngga nangis, wong saya kangen ngga tertahankan lagi.

But, I'm sure, that everything's gonna be okay. Kami pasti bisa menghadapi semua masalah, Insya Allah.

-keep waiting for Sang Ksatria-

Waiting for Someone....

Hmm, kesibukannya makin banyak. Jarang menghubungi (bahkan hapenya sering nonaktif). Ditambah lagi beberapa hari ini provider gangguan. Ckckckck, banyak banget ujian dan cobaannya ya. Tapi harus tetap bersabar, harus! ^_^. Orang sabar pasti ada balasannya. Ada hikmah besar yang menanti tiap kesabaran. (menghibur diri sendiri :))

Mencoba tetap tersenyum, walaupun dalam hati rindu banget. Kalo dihitung hitung, hampir 3 minggu komunikasi ngga intens. Hmm, what should I do? Miss hi, really miss him. Tetap berdoa, semoga saja pekerjaannya lancar dan dia ngga terlalu sibuk lagi. Amin Ya ALlah.

Oh ya, satu doa lagi, Mudah mudahan dia bisa mengambil cuti beberapa hari untuk datanag kesini, (ngebet banget pengen ketemu pacar). Biar bisa ketemu, menyampaikan isi hati yang selama ini hanya bisa disampaikan lewat kata kata.
Amin, Insya Allah.

-sang pecinta yang sedang merindu-

Sabtu, 26 Maret 2011

Sang Ksatria dan Sang Pencinta (Part 1)

Aku mengenalnya 4 bulan yang lalu, saat itu (bahkan sampai sekarang) ada getaran hebat yang masuk kehatiku. Susah dijelaskan dengan kata kata. Rasa ini seolah rasa yang sangat posesif. Takut kehilangan, takut terlambat.

Saya menyadari saya mencintainya saat malam itu, tepat disaat dia meminta izin untuk menyayangi saya. Kami jadian bukan seperti anak kecil yang baru pacaran dan mengenal kata cinta. Permintaanya seolah sangat ingin bersama dengan saya, dengan impian kami yang sangat indah. Saya mencintainya, just 4 days from we met on the chatroom. Tapi saya merasakan ini seperti deja-vu. Saya merasakan dia seperti orang yang saya tunggu selama ini. Orang yang selalu ada di mimpi mimpi saya tiap malam.

Dia begitu indah, sangat indah. Membuat semua orang yang mengenalnya sangat menyayangi dan bergantung padanya, begitu juga saya.

Saya terlalu bergantung padanya. Kata orang say abodoh, tapi kata saya, inilah cara saya mencintai seseorang. Saya tidak takut untuk kecewa, karena sudah sering dikecewakan. Tapi entah mengapa dengannya begitu berbeda, saya sangat takut untuk kehilangannya, trakut menyakiti hatinya, saya rapuh tanpa dia. Seperti dopping yang membuat saya kuat setiap saat dengan cintanya.

Saya mencintainya, sungguh mencintainya.

-to be continue-

4 Bulan Bersamanya...

4 bulan yang penuh perjuangan cinta. Bulan ini, sangat banyak yang harus kami lalui, air mata sudah tak terhitung. Membasahi pipi dua orang yang saling merindu tanpa bisa melihat satu sama lain. Tanpa bisa bersama.

Salah paham, miss communication, sampai hal hal kwecil yang sebenarnya tidak penting juga bisa memicu pertengkaran hebat antara kami. Karena rasa rindu yang sangat dalam, tak bisa diekspresikan secara langsung, hanya lewat khayalan, imajinasi, dan kata kata.
Mencintainya, membuatku kuat. Cinta ini yang membuat kami bersama, bertahan menunggu saat pertemuan.
Aku tau banyak orang ynag menyangsikan hubungan kami. Bahkan aku dan dia semapt menyangsikan hubungan kami sendiri. Tapi kami kembali mmegang teguh yang kami yakini, bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk diwujudkan, selama itu adalah niat yang baik.

Niat kami serius, sangat serius. Berniat untuk bersama, menjalani kehidupan sebagai dua orang yang saling menguatkan atas cinta. Menahan semua rintangan yang berat sekalipun. Ya Allah, bantulah kami, mudahknlah kami menghadapi segala macam cobaan dan mencari jalan keluar atas segala permasalahan yang kami hadapi.

Kami ingin bersama, dalam wujud yang nyata. Aku ingin dia datang. Melihat dirinya, wajahnya, mendengar suaranya, menyentuh tangannya. Semua hal tentangnya yang selama ini hanya bisa kumimpikan setiap waktu.

Aku mencintainya, sama halnya seperti bintang yang mencintai sang malam. Tanpa bulan, maka tak ada bintang. Cinta ini tetap kupegang. Walau jauh, aku tetap dengan kesetiaanku.
Aku mencintainya, sangat mencintainya. Mempertahankan segala hal tentangnya, yang kuyakini dan kucintai.

-mencintai Sang Ksatria-

Saat Sang Ksatria Kembali

Benar kata orang, dan yang selama ini kuyakini. Kesabaran pasti berbuah manis.
Aku bersabar menunggunya kembali, untuk mempertahankan cinta ini menjadi lebih kuat dan bertahan.
Dia kembali, dengan segenggam cinta yang terlihat seperti gunungan cinta untukku.
Sang Ksatria yang dinanti dengan penuh kesabaran dan air mata, datang menyelamatkan Sang Pencinta yang hampir kehilangan arah, lemah tak berdaya di ujung penantiannya.

Kekuatan cinta dua anak manusia, Sang Ksatria dan Sang Pencinta, membuka jalan bagi mereka untuk saling menguatkan dari jauh. Berbekal keyakinan dan cinta yang sangat besar, kembali meniti jalan cinta yang panjang, menuju satu tujuan indah.

Banyak rintangan menghampiri, menjadi tanda kekuatan mereka, menjadi tanda bahwa cinta mereka harus bisa bertahan diterjang berbagai masalah.
Bersama, dari jarak yang jauh, memegang teguh cinta yang ada, berdua membuatnya lebih kuat.
Semakin panjang jalan yang dilalui, semakin mengerti yang harus dilakukan. Semakin saling membutuhkan untuk bertahan. Aku butuh kamu, kamu juga butuh aku.
Sang Pencinta tak bisa berdiri tegak tanpa Sang Ksatria disampingnya.

Menunggu kedatangan Sang Ksatria menjemput impian bersama, wujud nyata dirinya yang hanya berupa bayangan selama ini.
Selama penantian, Sang Pencinta hanya bisa berdoa, "Ya Allah, Pertemuanlah kami dengan segera, Amin Ya Rabbal Alamin"

-sang pencinta-

Jumat, 18 Maret 2011

Just ask in my mind.....

Haruskah cinta diekspresikan dengan berhubungan intim?

I think, not! Saat kita mencintai dan menyayangi seseorang, kita tentu ingin menjaganya, bukan? Tapi bagaimana saat cinta dan sayang kita, diekspresikan melalui hubungan intim?

Actually, I can't answer my question, 'cause I don't know how or what will I do, if I must choose between Love with Sex or Sex With Love.

Yang terpenting adalah, selama kami masih bisa menjaga batasan itu, ngga ada alasan untuk melakukannya, BEFORE MARRIED. Yeah, saya tau kami masih muda, masih punya nafsu yang menggebu-gebu, tapi bukan untuk diumbar kan? Harus bisa menahan diri, walau kita tau, ngga mudah untuk menahan.

:)

Senin, 14 Maret 2011

To: Cintaku

Sayang, terima kasih atas segala kesempatan yangt sudah kamu berikan. Terima kasih untuk kesabaran luar nbiasa yang kamu punya untuk menghadapiku. Dibalik dinginnya sikap kamu, romantisnya kamu, manja, egois, keras kepala, perhatian, humoris, dan lain lain yang selalu menbuatku jatuh cinta, kamu adalah satu satunya orang yang bisa mengerti aku. Kedewasaan kamu yang selalu membuatku sadar untuk tidak cengeng lagi.

Cintaku, aku tau kamu marah dan kesal tiap kali aku bersikap tertutup, tidak menceritakan yang sebenarnya. Tapi itu kumaksudkan untuk menjaga hatimu. Aku tau ini mungkin terdenganr seperti alasan yang klise. Tapi inilah kenyataannya, aku tidak ingin mengganggu tugas-tugasmu dengan kemanjaan sikapku yang masih kekanak-kanakan.

Sayangku, maafkan kalo aku selalu membuatmu mnarah, karena aku belum mengerti caranya untuk membuat kamu bahagia. Aku dan kamu punya cinta, dan itu yang kita pegang sampai saat ini. Cinta itulah yang membuatku menerimamu yang sebenarnya , the real you, dan sekarang, cinta itu pula yang membuatmu menerimaku kembali.

Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, aku tidak ingin membuatmu kembali kecewa. Aku ingin jadi bintang dihatimu, seperti yang kamu ucapkan kemaren. Aku sangat menyayangi dan mencintai kamu. Satu satunya cinta yang aku miliki, satu satunya pria yang pertama kali mengisi hari-hari, hati, dan hidupku. Pria yang membuatku merasa jadi wanita yang sempurna dibalik ketidaksempurnaanku. Kamu yang menerima aku apa adanya, yang memberikan aku cinta yang sangat tulus, yang mampu membuatku bergetar tiap kali mengingat namanya. Cinta antara dua orang yang belum pernah bertemu sebelumnya, namun sangat kuat.

Aku tidak peduli kata mereka, karena aku hanya peduli dengan apa yang kita rasa. Aku yakin, seperti keyakinanku yang besar saat kamu tawarkan cinta itu untukku.
Aku tidak pernah menyesal sedikitpun dalam mencintaimu. Yang aku sesali, kenapa kita baru kenal sekarang? Tapi inilah takdir Allah, kita takkan pernah tau kapan kita akan berjumpa, kapan kita merasakan cinta, dan kapan kita menemukan 'the choosen one'.

Sayang, aku ingin mengucapkan satu hal, I can't stop this love, no matter what they say, I LOVE YOU, and always love you.

-dari sang pencinta-

Alhamdulillah.....

"Alhamdulillah"
Itu kalimat pertama yang saya ucapkan tadi sore, bahkan dalam doa saya setelah selesai sholat.
Terima kasih Ya Allah, karena engkau telah membantu kami menguatkan kembali hubungan yang hampir diujung tanduk, yang disebabkan oleh hamba sendiri.

Ternyata keterbukaan penting dalam suatu hubungan, saya akan selalu ingat hal itu, akan selalu terbuka tentang apapun yang saya rasakan, saya pikirkan, dan saya inginkan. Saya merasa jadi pacar yang sangat buruk, di saat dia sedang bertugas, saya malah memikirkan hal yang tidak tidak. Padahal jika dipikir dengan logika, dia bukan orang yang suka berbohong. Ya Rabb, ampunilah segala pikiran pikiran buruk yang sempat singgah di hati hamba, yang membuat hubungan kami hampir hancur untuk kesekian ketiga kalinya, karena kelakuan hamba sendiri.

Ketertutupanku yang membuatnya kecewa, marah, dan bahkan sakit hati. Saya tidak mau membuatnya sakit lagi, saya berjanji dengan hati dan diri saya sendiri, untuk bisa jadi "The New Eva", yang tidak lagi memendam apa yang dirasakannya, agar semua orang , tidak hanya pacarnya, tapi juga teman-teman, keluarga, dan orang yang berada di sekitarnya tidak terluka lagi.

Ya Allah, bantulah hamba untuk berubah jadi orang yang lebih baik. Hamba sangat men cintai dan menyayanginya. Tidak mau kehilangan dia untuk kesekian kali. Ingin menjaga dan melindungi hatinya.

Amin Ya Rabbal Alamin

-keep fighting for love-

Jumat, 11 Maret 2011

3,5 bulan bersama dia

^_^
saat orang lain bilang hubungan ini mustahil, saat itu juga kami meyakinkan hati, bahwa tak ada yang mustahil.

saat mereka bilang hanya sementara, saat itu juga kami berusaha mempertahankan sekuat tenaga.

Mencintainya membuat saya kuat. I love him, no matter what they say, I Love Him.
He's only love and only one man that I really love. He's changing my life, going better when I'm with him.

Perasaan memilikim, ngga mau kehilangan. Bukan karena butuh, tp karena ingin bersama.
I never felt that feel before this. Just with him, and I know this is true and real.

Saya mencintai dan menyayanginya. Kekurangan yang dimilikinya, sifatnya yang susah ditebak (same like me), dia yang kadanga rapuh, dingin, egois, romantis, perhatian, manja, segala hal tentangnya yang saya suka. I Love him full.

Just hope and pray for this love, gonna be last and forever, with him.
Ya Allah, Ya Rabb, mudahkanlah jalan ini, jodohkanlah kami, dan ikatkan kami dalan ikatan sucimu. Amin, Ya Rabbal Alamin.


-fighting for love-