Sabtu, 26 Maret 2011

Saat Sang Ksatria Kembali

Benar kata orang, dan yang selama ini kuyakini. Kesabaran pasti berbuah manis.
Aku bersabar menunggunya kembali, untuk mempertahankan cinta ini menjadi lebih kuat dan bertahan.
Dia kembali, dengan segenggam cinta yang terlihat seperti gunungan cinta untukku.
Sang Ksatria yang dinanti dengan penuh kesabaran dan air mata, datang menyelamatkan Sang Pencinta yang hampir kehilangan arah, lemah tak berdaya di ujung penantiannya.

Kekuatan cinta dua anak manusia, Sang Ksatria dan Sang Pencinta, membuka jalan bagi mereka untuk saling menguatkan dari jauh. Berbekal keyakinan dan cinta yang sangat besar, kembali meniti jalan cinta yang panjang, menuju satu tujuan indah.

Banyak rintangan menghampiri, menjadi tanda kekuatan mereka, menjadi tanda bahwa cinta mereka harus bisa bertahan diterjang berbagai masalah.
Bersama, dari jarak yang jauh, memegang teguh cinta yang ada, berdua membuatnya lebih kuat.
Semakin panjang jalan yang dilalui, semakin mengerti yang harus dilakukan. Semakin saling membutuhkan untuk bertahan. Aku butuh kamu, kamu juga butuh aku.
Sang Pencinta tak bisa berdiri tegak tanpa Sang Ksatria disampingnya.

Menunggu kedatangan Sang Ksatria menjemput impian bersama, wujud nyata dirinya yang hanya berupa bayangan selama ini.
Selama penantian, Sang Pencinta hanya bisa berdoa, "Ya Allah, Pertemuanlah kami dengan segera, Amin Ya Rabbal Alamin"

-sang pencinta-

Tidak ada komentar: