Kepingan hatiku mulai berjatuhan, tak tertahan, seolah beban yang bergunung dalam hati mulai berontak.
Dimanakah wujud dirimu yang dulu pernah kudampingi? Yang kukuatkan dan menguatku. Yang sealu setia bertahan di hatiku, sampai detik ini, di saat sosokmu tak lagi hadir, rasa itu tetap kuat.
Aku bertahan di reruntuhan malam yang penuh bintang. Ya, bintang yang dulu pernah kau “kirimkan” untuk menyampaikan rindumu.
Aku merindukanmu, Mas. Sangat rindu. Seolah habis nyawaku untuk bertahan menunggumu. Tak ada satupun yang bisa hapus rasa ini, karena sudah terlalu terbiasa dimiliki olehmu.
Penghujung senja jadi saksi, betapa rinduku tak terhapuskan. Betapa aku begitu merindukanmu. Bahkan disaat aku tak tau dimana sosokmu berpijak sekarang, aku tetap bertahan dengan hatiku.
Rasa ini, masih milikmu… Sang Ksatria
Sang Pencinta