Hmm, harus bener bener sabar banget. Kangen ya ditahan, beberapa hari selama dia bertugas. Mana dia ditugasin di bagian timur Indonesia, ngga ada sinyal providernya (provider baru sih). Yah, sebagai pacar yang baik (hehe), saya tetap setia dan menunggu dengan sabar, walau hati kangen banget.
4 bulan hubungan ini banyak banget cobaannya, dari sifat burukku yang bikin dia marah besar, dia dirawat di rumah sakit, sibuk sama pekerjaannya, sampai tadi sore, dia kabarin kalo dapat tugas ke Flores, NTT selama seminggu. T_T pengen nangis tapi udah ngga bisa lagi. Mungkin dia jawaban doaku, yang minta dikuatkan apabila merasa merindu. Dia selalu minta saya agar jangan cengeng, jangan meneteskan air mata untuknya. Padahal, gimana ngga nangis, wong saya kangen ngga tertahankan lagi.
But, I'm sure, that everything's gonna be okay. Kami pasti bisa menghadapi semua masalah, Insya Allah.
-keep waiting for Sang Ksatria-
"Teruntukmu hati yang kurindukan, dengarkanlah senandung hati dan cintaku... Untukmu" Temukan juga saya di http://evarizkiyana.wordpress.com :)
Rabu, 30 Maret 2011
Waiting for Someone....
Hmm, kesibukannya makin banyak. Jarang menghubungi (bahkan hapenya sering nonaktif). Ditambah lagi beberapa hari ini provider gangguan. Ckckckck, banyak banget ujian dan cobaannya ya. Tapi harus tetap bersabar, harus! ^_^. Orang sabar pasti ada balasannya. Ada hikmah besar yang menanti tiap kesabaran. (menghibur diri sendiri :))
Mencoba tetap tersenyum, walaupun dalam hati rindu banget. Kalo dihitung hitung, hampir 3 minggu komunikasi ngga intens. Hmm, what should I do? Miss hi, really miss him. Tetap berdoa, semoga saja pekerjaannya lancar dan dia ngga terlalu sibuk lagi. Amin Ya ALlah.
Oh ya, satu doa lagi, Mudah mudahan dia bisa mengambil cuti beberapa hari untuk datanag kesini, (ngebet banget pengen ketemu pacar). Biar bisa ketemu, menyampaikan isi hati yang selama ini hanya bisa disampaikan lewat kata kata.
Amin, Insya Allah.
-sang pecinta yang sedang merindu-
Mencoba tetap tersenyum, walaupun dalam hati rindu banget. Kalo dihitung hitung, hampir 3 minggu komunikasi ngga intens. Hmm, what should I do? Miss hi, really miss him. Tetap berdoa, semoga saja pekerjaannya lancar dan dia ngga terlalu sibuk lagi. Amin Ya ALlah.
Oh ya, satu doa lagi, Mudah mudahan dia bisa mengambil cuti beberapa hari untuk datanag kesini, (ngebet banget pengen ketemu pacar). Biar bisa ketemu, menyampaikan isi hati yang selama ini hanya bisa disampaikan lewat kata kata.
Amin, Insya Allah.
-sang pecinta yang sedang merindu-
Sabtu, 26 Maret 2011
Sang Ksatria dan Sang Pencinta (Part 1)
Aku mengenalnya 4 bulan yang lalu, saat itu (bahkan sampai sekarang) ada getaran hebat yang masuk kehatiku. Susah dijelaskan dengan kata kata. Rasa ini seolah rasa yang sangat posesif. Takut kehilangan, takut terlambat.
Saya menyadari saya mencintainya saat malam itu, tepat disaat dia meminta izin untuk menyayangi saya. Kami jadian bukan seperti anak kecil yang baru pacaran dan mengenal kata cinta. Permintaanya seolah sangat ingin bersama dengan saya, dengan impian kami yang sangat indah. Saya mencintainya, just 4 days from we met on the chatroom. Tapi saya merasakan ini seperti deja-vu. Saya merasakan dia seperti orang yang saya tunggu selama ini. Orang yang selalu ada di mimpi mimpi saya tiap malam.
Dia begitu indah, sangat indah. Membuat semua orang yang mengenalnya sangat menyayangi dan bergantung padanya, begitu juga saya.
Saya terlalu bergantung padanya. Kata orang say abodoh, tapi kata saya, inilah cara saya mencintai seseorang. Saya tidak takut untuk kecewa, karena sudah sering dikecewakan. Tapi entah mengapa dengannya begitu berbeda, saya sangat takut untuk kehilangannya, trakut menyakiti hatinya, saya rapuh tanpa dia. Seperti dopping yang membuat saya kuat setiap saat dengan cintanya.
Saya mencintainya, sungguh mencintainya.
-to be continue-
Saya menyadari saya mencintainya saat malam itu, tepat disaat dia meminta izin untuk menyayangi saya. Kami jadian bukan seperti anak kecil yang baru pacaran dan mengenal kata cinta. Permintaanya seolah sangat ingin bersama dengan saya, dengan impian kami yang sangat indah. Saya mencintainya, just 4 days from we met on the chatroom. Tapi saya merasakan ini seperti deja-vu. Saya merasakan dia seperti orang yang saya tunggu selama ini. Orang yang selalu ada di mimpi mimpi saya tiap malam.
Dia begitu indah, sangat indah. Membuat semua orang yang mengenalnya sangat menyayangi dan bergantung padanya, begitu juga saya.
Saya terlalu bergantung padanya. Kata orang say abodoh, tapi kata saya, inilah cara saya mencintai seseorang. Saya tidak takut untuk kecewa, karena sudah sering dikecewakan. Tapi entah mengapa dengannya begitu berbeda, saya sangat takut untuk kehilangannya, trakut menyakiti hatinya, saya rapuh tanpa dia. Seperti dopping yang membuat saya kuat setiap saat dengan cintanya.
Saya mencintainya, sungguh mencintainya.
-to be continue-
4 Bulan Bersamanya...
4 bulan yang penuh perjuangan cinta. Bulan ini, sangat banyak yang harus kami lalui, air mata sudah tak terhitung. Membasahi pipi dua orang yang saling merindu tanpa bisa melihat satu sama lain. Tanpa bisa bersama.
Salah paham, miss communication, sampai hal hal kwecil yang sebenarnya tidak penting juga bisa memicu pertengkaran hebat antara kami. Karena rasa rindu yang sangat dalam, tak bisa diekspresikan secara langsung, hanya lewat khayalan, imajinasi, dan kata kata.
Mencintainya, membuatku kuat. Cinta ini yang membuat kami bersama, bertahan menunggu saat pertemuan.
Aku tau banyak orang ynag menyangsikan hubungan kami. Bahkan aku dan dia semapt menyangsikan hubungan kami sendiri. Tapi kami kembali mmegang teguh yang kami yakini, bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk diwujudkan, selama itu adalah niat yang baik.
Niat kami serius, sangat serius. Berniat untuk bersama, menjalani kehidupan sebagai dua orang yang saling menguatkan atas cinta. Menahan semua rintangan yang berat sekalipun. Ya Allah, bantulah kami, mudahknlah kami menghadapi segala macam cobaan dan mencari jalan keluar atas segala permasalahan yang kami hadapi.
Kami ingin bersama, dalam wujud yang nyata. Aku ingin dia datang. Melihat dirinya, wajahnya, mendengar suaranya, menyentuh tangannya. Semua hal tentangnya yang selama ini hanya bisa kumimpikan setiap waktu.
Aku mencintainya, sama halnya seperti bintang yang mencintai sang malam. Tanpa bulan, maka tak ada bintang. Cinta ini tetap kupegang. Walau jauh, aku tetap dengan kesetiaanku.
Aku mencintainya, sangat mencintainya. Mempertahankan segala hal tentangnya, yang kuyakini dan kucintai.
-mencintai Sang Ksatria-
Salah paham, miss communication, sampai hal hal kwecil yang sebenarnya tidak penting juga bisa memicu pertengkaran hebat antara kami. Karena rasa rindu yang sangat dalam, tak bisa diekspresikan secara langsung, hanya lewat khayalan, imajinasi, dan kata kata.
Mencintainya, membuatku kuat. Cinta ini yang membuat kami bersama, bertahan menunggu saat pertemuan.
Aku tau banyak orang ynag menyangsikan hubungan kami. Bahkan aku dan dia semapt menyangsikan hubungan kami sendiri. Tapi kami kembali mmegang teguh yang kami yakini, bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk diwujudkan, selama itu adalah niat yang baik.
Niat kami serius, sangat serius. Berniat untuk bersama, menjalani kehidupan sebagai dua orang yang saling menguatkan atas cinta. Menahan semua rintangan yang berat sekalipun. Ya Allah, bantulah kami, mudahknlah kami menghadapi segala macam cobaan dan mencari jalan keluar atas segala permasalahan yang kami hadapi.
Kami ingin bersama, dalam wujud yang nyata. Aku ingin dia datang. Melihat dirinya, wajahnya, mendengar suaranya, menyentuh tangannya. Semua hal tentangnya yang selama ini hanya bisa kumimpikan setiap waktu.
Aku mencintainya, sama halnya seperti bintang yang mencintai sang malam. Tanpa bulan, maka tak ada bintang. Cinta ini tetap kupegang. Walau jauh, aku tetap dengan kesetiaanku.
Aku mencintainya, sangat mencintainya. Mempertahankan segala hal tentangnya, yang kuyakini dan kucintai.
-mencintai Sang Ksatria-
Saat Sang Ksatria Kembali
Benar kata orang, dan yang selama ini kuyakini. Kesabaran pasti berbuah manis.
Aku bersabar menunggunya kembali, untuk mempertahankan cinta ini menjadi lebih kuat dan bertahan.
Dia kembali, dengan segenggam cinta yang terlihat seperti gunungan cinta untukku.
Sang Ksatria yang dinanti dengan penuh kesabaran dan air mata, datang menyelamatkan Sang Pencinta yang hampir kehilangan arah, lemah tak berdaya di ujung penantiannya.
Kekuatan cinta dua anak manusia, Sang Ksatria dan Sang Pencinta, membuka jalan bagi mereka untuk saling menguatkan dari jauh. Berbekal keyakinan dan cinta yang sangat besar, kembali meniti jalan cinta yang panjang, menuju satu tujuan indah.
Banyak rintangan menghampiri, menjadi tanda kekuatan mereka, menjadi tanda bahwa cinta mereka harus bisa bertahan diterjang berbagai masalah.
Bersama, dari jarak yang jauh, memegang teguh cinta yang ada, berdua membuatnya lebih kuat.
Semakin panjang jalan yang dilalui, semakin mengerti yang harus dilakukan. Semakin saling membutuhkan untuk bertahan. Aku butuh kamu, kamu juga butuh aku.
Sang Pencinta tak bisa berdiri tegak tanpa Sang Ksatria disampingnya.
Menunggu kedatangan Sang Ksatria menjemput impian bersama, wujud nyata dirinya yang hanya berupa bayangan selama ini.
Selama penantian, Sang Pencinta hanya bisa berdoa, "Ya Allah, Pertemuanlah kami dengan segera, Amin Ya Rabbal Alamin"
-sang pencinta-
Aku bersabar menunggunya kembali, untuk mempertahankan cinta ini menjadi lebih kuat dan bertahan.
Dia kembali, dengan segenggam cinta yang terlihat seperti gunungan cinta untukku.
Sang Ksatria yang dinanti dengan penuh kesabaran dan air mata, datang menyelamatkan Sang Pencinta yang hampir kehilangan arah, lemah tak berdaya di ujung penantiannya.
Kekuatan cinta dua anak manusia, Sang Ksatria dan Sang Pencinta, membuka jalan bagi mereka untuk saling menguatkan dari jauh. Berbekal keyakinan dan cinta yang sangat besar, kembali meniti jalan cinta yang panjang, menuju satu tujuan indah.
Banyak rintangan menghampiri, menjadi tanda kekuatan mereka, menjadi tanda bahwa cinta mereka harus bisa bertahan diterjang berbagai masalah.
Bersama, dari jarak yang jauh, memegang teguh cinta yang ada, berdua membuatnya lebih kuat.
Semakin panjang jalan yang dilalui, semakin mengerti yang harus dilakukan. Semakin saling membutuhkan untuk bertahan. Aku butuh kamu, kamu juga butuh aku.
Sang Pencinta tak bisa berdiri tegak tanpa Sang Ksatria disampingnya.
Menunggu kedatangan Sang Ksatria menjemput impian bersama, wujud nyata dirinya yang hanya berupa bayangan selama ini.
Selama penantian, Sang Pencinta hanya bisa berdoa, "Ya Allah, Pertemuanlah kami dengan segera, Amin Ya Rabbal Alamin"
-sang pencinta-
Jumat, 18 Maret 2011
Just ask in my mind.....
Haruskah cinta diekspresikan dengan berhubungan intim?
I think, not! Saat kita mencintai dan menyayangi seseorang, kita tentu ingin menjaganya, bukan? Tapi bagaimana saat cinta dan sayang kita, diekspresikan melalui hubungan intim?
Actually, I can't answer my question, 'cause I don't know how or what will I do, if I must choose between Love with Sex or Sex With Love.
Yang terpenting adalah, selama kami masih bisa menjaga batasan itu, ngga ada alasan untuk melakukannya, BEFORE MARRIED. Yeah, saya tau kami masih muda, masih punya nafsu yang menggebu-gebu, tapi bukan untuk diumbar kan? Harus bisa menahan diri, walau kita tau, ngga mudah untuk menahan.
:)
I think, not! Saat kita mencintai dan menyayangi seseorang, kita tentu ingin menjaganya, bukan? Tapi bagaimana saat cinta dan sayang kita, diekspresikan melalui hubungan intim?
Actually, I can't answer my question, 'cause I don't know how or what will I do, if I must choose between Love with Sex or Sex With Love.
Yang terpenting adalah, selama kami masih bisa menjaga batasan itu, ngga ada alasan untuk melakukannya, BEFORE MARRIED. Yeah, saya tau kami masih muda, masih punya nafsu yang menggebu-gebu, tapi bukan untuk diumbar kan? Harus bisa menahan diri, walau kita tau, ngga mudah untuk menahan.
:)
Senin, 14 Maret 2011
To: Cintaku
Sayang, terima kasih atas segala kesempatan yangt sudah kamu berikan. Terima kasih untuk kesabaran luar nbiasa yang kamu punya untuk menghadapiku. Dibalik dinginnya sikap kamu, romantisnya kamu, manja, egois, keras kepala, perhatian, humoris, dan lain lain yang selalu menbuatku jatuh cinta, kamu adalah satu satunya orang yang bisa mengerti aku. Kedewasaan kamu yang selalu membuatku sadar untuk tidak cengeng lagi.
Cintaku, aku tau kamu marah dan kesal tiap kali aku bersikap tertutup, tidak menceritakan yang sebenarnya. Tapi itu kumaksudkan untuk menjaga hatimu. Aku tau ini mungkin terdenganr seperti alasan yang klise. Tapi inilah kenyataannya, aku tidak ingin mengganggu tugas-tugasmu dengan kemanjaan sikapku yang masih kekanak-kanakan.
Sayangku, maafkan kalo aku selalu membuatmu mnarah, karena aku belum mengerti caranya untuk membuat kamu bahagia. Aku dan kamu punya cinta, dan itu yang kita pegang sampai saat ini. Cinta itulah yang membuatku menerimamu yang sebenarnya , the real you, dan sekarang, cinta itu pula yang membuatmu menerimaku kembali.
Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, aku tidak ingin membuatmu kembali kecewa. Aku ingin jadi bintang dihatimu, seperti yang kamu ucapkan kemaren. Aku sangat menyayangi dan mencintai kamu. Satu satunya cinta yang aku miliki, satu satunya pria yang pertama kali mengisi hari-hari, hati, dan hidupku. Pria yang membuatku merasa jadi wanita yang sempurna dibalik ketidaksempurnaanku. Kamu yang menerima aku apa adanya, yang memberikan aku cinta yang sangat tulus, yang mampu membuatku bergetar tiap kali mengingat namanya. Cinta antara dua orang yang belum pernah bertemu sebelumnya, namun sangat kuat.
Aku tidak peduli kata mereka, karena aku hanya peduli dengan apa yang kita rasa. Aku yakin, seperti keyakinanku yang besar saat kamu tawarkan cinta itu untukku.
Aku tidak pernah menyesal sedikitpun dalam mencintaimu. Yang aku sesali, kenapa kita baru kenal sekarang? Tapi inilah takdir Allah, kita takkan pernah tau kapan kita akan berjumpa, kapan kita merasakan cinta, dan kapan kita menemukan 'the choosen one'.
Sayang, aku ingin mengucapkan satu hal, I can't stop this love, no matter what they say, I LOVE YOU, and always love you.
-dari sang pencinta-
Cintaku, aku tau kamu marah dan kesal tiap kali aku bersikap tertutup, tidak menceritakan yang sebenarnya. Tapi itu kumaksudkan untuk menjaga hatimu. Aku tau ini mungkin terdenganr seperti alasan yang klise. Tapi inilah kenyataannya, aku tidak ingin mengganggu tugas-tugasmu dengan kemanjaan sikapku yang masih kekanak-kanakan.
Sayangku, maafkan kalo aku selalu membuatmu mnarah, karena aku belum mengerti caranya untuk membuat kamu bahagia. Aku dan kamu punya cinta, dan itu yang kita pegang sampai saat ini. Cinta itulah yang membuatku menerimamu yang sebenarnya , the real you, dan sekarang, cinta itu pula yang membuatmu menerimaku kembali.
Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, aku tidak ingin membuatmu kembali kecewa. Aku ingin jadi bintang dihatimu, seperti yang kamu ucapkan kemaren. Aku sangat menyayangi dan mencintai kamu. Satu satunya cinta yang aku miliki, satu satunya pria yang pertama kali mengisi hari-hari, hati, dan hidupku. Pria yang membuatku merasa jadi wanita yang sempurna dibalik ketidaksempurnaanku. Kamu yang menerima aku apa adanya, yang memberikan aku cinta yang sangat tulus, yang mampu membuatku bergetar tiap kali mengingat namanya. Cinta antara dua orang yang belum pernah bertemu sebelumnya, namun sangat kuat.
Aku tidak peduli kata mereka, karena aku hanya peduli dengan apa yang kita rasa. Aku yakin, seperti keyakinanku yang besar saat kamu tawarkan cinta itu untukku.
Aku tidak pernah menyesal sedikitpun dalam mencintaimu. Yang aku sesali, kenapa kita baru kenal sekarang? Tapi inilah takdir Allah, kita takkan pernah tau kapan kita akan berjumpa, kapan kita merasakan cinta, dan kapan kita menemukan 'the choosen one'.
Sayang, aku ingin mengucapkan satu hal, I can't stop this love, no matter what they say, I LOVE YOU, and always love you.
-dari sang pencinta-
Alhamdulillah.....
"Alhamdulillah"
Itu kalimat pertama yang saya ucapkan tadi sore, bahkan dalam doa saya setelah selesai sholat.
Terima kasih Ya Allah, karena engkau telah membantu kami menguatkan kembali hubungan yang hampir diujung tanduk, yang disebabkan oleh hamba sendiri.
Ternyata keterbukaan penting dalam suatu hubungan, saya akan selalu ingat hal itu, akan selalu terbuka tentang apapun yang saya rasakan, saya pikirkan, dan saya inginkan. Saya merasa jadi pacar yang sangat buruk, di saat dia sedang bertugas, saya malah memikirkan hal yang tidak tidak. Padahal jika dipikir dengan logika, dia bukan orang yang suka berbohong. Ya Rabb, ampunilah segala pikiran pikiran buruk yang sempat singgah di hati hamba, yang membuat hubungan kami hampir hancur untuk kesekian ketiga kalinya, karena kelakuan hamba sendiri.
Ketertutupanku yang membuatnya kecewa, marah, dan bahkan sakit hati. Saya tidak mau membuatnya sakit lagi, saya berjanji dengan hati dan diri saya sendiri, untuk bisa jadi "The New Eva", yang tidak lagi memendam apa yang dirasakannya, agar semua orang , tidak hanya pacarnya, tapi juga teman-teman, keluarga, dan orang yang berada di sekitarnya tidak terluka lagi.
Ya Allah, bantulah hamba untuk berubah jadi orang yang lebih baik. Hamba sangat men cintai dan menyayanginya. Tidak mau kehilangan dia untuk kesekian kali. Ingin menjaga dan melindungi hatinya.
Amin Ya Rabbal Alamin
-keep fighting for love-
Itu kalimat pertama yang saya ucapkan tadi sore, bahkan dalam doa saya setelah selesai sholat.
Terima kasih Ya Allah, karena engkau telah membantu kami menguatkan kembali hubungan yang hampir diujung tanduk, yang disebabkan oleh hamba sendiri.
Ternyata keterbukaan penting dalam suatu hubungan, saya akan selalu ingat hal itu, akan selalu terbuka tentang apapun yang saya rasakan, saya pikirkan, dan saya inginkan. Saya merasa jadi pacar yang sangat buruk, di saat dia sedang bertugas, saya malah memikirkan hal yang tidak tidak. Padahal jika dipikir dengan logika, dia bukan orang yang suka berbohong. Ya Rabb, ampunilah segala pikiran pikiran buruk yang sempat singgah di hati hamba, yang membuat hubungan kami hampir hancur untuk kesekian ketiga kalinya, karena kelakuan hamba sendiri.
Ketertutupanku yang membuatnya kecewa, marah, dan bahkan sakit hati. Saya tidak mau membuatnya sakit lagi, saya berjanji dengan hati dan diri saya sendiri, untuk bisa jadi "The New Eva", yang tidak lagi memendam apa yang dirasakannya, agar semua orang , tidak hanya pacarnya, tapi juga teman-teman, keluarga, dan orang yang berada di sekitarnya tidak terluka lagi.
Ya Allah, bantulah hamba untuk berubah jadi orang yang lebih baik. Hamba sangat men cintai dan menyayanginya. Tidak mau kehilangan dia untuk kesekian kali. Ingin menjaga dan melindungi hatinya.
Amin Ya Rabbal Alamin
-keep fighting for love-
Jumat, 11 Maret 2011
3,5 bulan bersama dia
^_^
saat orang lain bilang hubungan ini mustahil, saat itu juga kami meyakinkan hati, bahwa tak ada yang mustahil.
saat mereka bilang hanya sementara, saat itu juga kami berusaha mempertahankan sekuat tenaga.
Mencintainya membuat saya kuat. I love him, no matter what they say, I Love Him.
He's only love and only one man that I really love. He's changing my life, going better when I'm with him.
Perasaan memilikim, ngga mau kehilangan. Bukan karena butuh, tp karena ingin bersama.
I never felt that feel before this. Just with him, and I know this is true and real.
Saya mencintai dan menyayanginya. Kekurangan yang dimilikinya, sifatnya yang susah ditebak (same like me), dia yang kadanga rapuh, dingin, egois, romantis, perhatian, manja, segala hal tentangnya yang saya suka. I Love him full.
Just hope and pray for this love, gonna be last and forever, with him.
Ya Allah, Ya Rabb, mudahkanlah jalan ini, jodohkanlah kami, dan ikatkan kami dalan ikatan sucimu. Amin, Ya Rabbal Alamin.
-fighting for love-
saat orang lain bilang hubungan ini mustahil, saat itu juga kami meyakinkan hati, bahwa tak ada yang mustahil.
saat mereka bilang hanya sementara, saat itu juga kami berusaha mempertahankan sekuat tenaga.
Mencintainya membuat saya kuat. I love him, no matter what they say, I Love Him.
He's only love and only one man that I really love. He's changing my life, going better when I'm with him.
Perasaan memilikim, ngga mau kehilangan. Bukan karena butuh, tp karena ingin bersama.
I never felt that feel before this. Just with him, and I know this is true and real.
Saya mencintai dan menyayanginya. Kekurangan yang dimilikinya, sifatnya yang susah ditebak (same like me), dia yang kadanga rapuh, dingin, egois, romantis, perhatian, manja, segala hal tentangnya yang saya suka. I Love him full.
Just hope and pray for this love, gonna be last and forever, with him.
Ya Allah, Ya Rabb, mudahkanlah jalan ini, jodohkanlah kami, dan ikatkan kami dalan ikatan sucimu. Amin, Ya Rabbal Alamin.
-fighting for love-
Langganan:
Postingan (Atom)