Sabtu, 26 Maret 2011

Sang Ksatria dan Sang Pencinta (Part 1)

Aku mengenalnya 4 bulan yang lalu, saat itu (bahkan sampai sekarang) ada getaran hebat yang masuk kehatiku. Susah dijelaskan dengan kata kata. Rasa ini seolah rasa yang sangat posesif. Takut kehilangan, takut terlambat.

Saya menyadari saya mencintainya saat malam itu, tepat disaat dia meminta izin untuk menyayangi saya. Kami jadian bukan seperti anak kecil yang baru pacaran dan mengenal kata cinta. Permintaanya seolah sangat ingin bersama dengan saya, dengan impian kami yang sangat indah. Saya mencintainya, just 4 days from we met on the chatroom. Tapi saya merasakan ini seperti deja-vu. Saya merasakan dia seperti orang yang saya tunggu selama ini. Orang yang selalu ada di mimpi mimpi saya tiap malam.

Dia begitu indah, sangat indah. Membuat semua orang yang mengenalnya sangat menyayangi dan bergantung padanya, begitu juga saya.

Saya terlalu bergantung padanya. Kata orang say abodoh, tapi kata saya, inilah cara saya mencintai seseorang. Saya tidak takut untuk kecewa, karena sudah sering dikecewakan. Tapi entah mengapa dengannya begitu berbeda, saya sangat takut untuk kehilangannya, trakut menyakiti hatinya, saya rapuh tanpa dia. Seperti dopping yang membuat saya kuat setiap saat dengan cintanya.

Saya mencintainya, sungguh mencintainya.

-to be continue-

Tidak ada komentar: