Taukah dirimu, saat pagi tiba aku selalu menghadapinya dengan ketakutan?
Aku pengecut sayang. Aku takut apabila pagi tiba dan matahari bersinar terang, semua mimpiku akan sirna, begitupun dengan dirimu. Jujur, aku sangat takut kehilanganmu. Aku bodoh, aku tau itu tanpa perlu kamu katakan.
Aku bodoh karena cintaku yang terlalu besar, karena mimpiku yang kujadikan kekuatanku untuk melangkah. Kamulah kekuatanku. Saat aku merasa semua ini sia-sia, kupejamkan mata dan kudengarkan suara hatiku, kubicara dengan Sang Khalik, meyakinkan hatiku bahwa inilah jalan-Nya. Jalan yang mempertemukanku padamu, rumahku ada di hatimu, sayang.
Aku pengecut sayang. Aku takut apabila pagi tiba dan matahari bersinar terang, semua mimpiku akan sirna, begitupun dengan dirimu. Jujur, aku sangat takut kehilanganmu. Aku bodoh, aku tau itu tanpa perlu kamu katakan.
Aku bodoh karena cintaku yang terlalu besar, karena mimpiku yang kujadikan kekuatanku untuk melangkah. Kamulah kekuatanku. Saat aku merasa semua ini sia-sia, kupejamkan mata dan kudengarkan suara hatiku, kubicara dengan Sang Khalik, meyakinkan hatiku bahwa inilah jalan-Nya. Jalan yang mempertemukanku padamu, rumahku ada di hatimu, sayang.
Saat pagi menjelang, aku selalu takut yang kita alami hanyalah mimpi belaka. Aku takut saat terbangun nanti kudapati diriku hanya bermimpi. Bahkan aku pernah berfikir untuk tidak terbangun lagi selepas malam, agar aku bisa tetap berada dalam mimpi-mimpi indah kita yang selama ini terwujud dalam mimpiku.
Mereka bilang aku bodoh karena menunggumu, aku tau sayangku, aku tau apa yang ada di fikiran mereka tentangmu. Tapi mereka tidak pernah tau yang sebenarnya kita rasakan. Seperti yang sering kamu katakan, mereka ya mereka, kita dengan urusan kita sendiri, tidak perlu ikut campur dan dicampuri :)
Malam ini aku kembali tidak tertidur, menunggu pesan-pesan yang kukirim dari sore tadi terkirim ke ponselmu yang entah sejak jam berapa tidak aktif. Mungkin sedang ada persiapan besar menyambut acara di kantormu.
Sayang, kekasihku, aku berkata seperti ini bukan bermaksud mengeluh. Hanya ingin mengeluarkan segala hal yang ada di kepalaku. Tolong jangan kau berfikir dan beranggapan aku lelah dan ingin menyerah dengan semua yang telah kita jalani, kamu salah besar sayangku :).
Tulisan ini hanyalah rangkaian dari perasaanku, isi hatiku yang saking banyaknya akhirnya membuatku memutuskan untuk menumpahkan segalanya lewat media ini. Tetapi apabila tiba waktunya untuk kita bersama nanti, maka akan kuceritakan segala hal yang kurasakan, semuanya tanpa terkecuali :)
Sudah hampir jam 2 dinihari, dan masih tak ada kabar darimu seharian ini, hmmm resiko jadi calon istri tentara :). Semoga acara Hari TNI pagi nanti bisa sukses sayang, aku menunggu ceritamu untukku. Yaaa, dinikmati sajalah, menunggumu sambil bercerita dan berbicara sendiri :). Sekali lagi, nanti akan kuceritakan semuanya padamu, saat kita bertatap muka, saat tiba waktunya kita untuk bersama dan menjadi satu. Amin ya rabbal alamin.
Begitu banyak hal yang belum kamu ketahui sayangku, tapi bukan karena aku menutupi hal-hal itu darimu, sungguh bukan. Tapi karena kita belum punya waktu yang tepat untuk bisa menceritakan segalanya. Mungkin kita butuh waktu seharian semalaman untuk menceritakan segala hal :). Yang pasti, aku menunggumu sayang.
Salam peluk penuh cinta dan kerinduan, untukmu Ksatria-ku :)
Sang Pencinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar