Begitu banyak hal yang terlewatkan, tak sempat tertuang dalam cerita. Hari-hari penuh penantian, airmata, dan akhirnya....senyum kebahagiaan.
Jujur, saya sendiri bingung harus memulai cerita ini dari mana, karena begitu banyak hal yang terjadi dan sangat ingin saya bagikan. Maybe we'll starting from Jogja :)
Dia sempat beberapa minggu bertugas di Jogja, naik-turun hubungan kami sepertinya kembali diuji di kota ini. Beberapa cobaan yang melanda, sempat membuat kami terhempas dalam kekacauan yang kami ciptakan sendiri. Dirinya dan saya, kami bertengkar! bukan dengan perang kata-kata, tapi bagi saya ini lebih parah, dia diam, saya didiamkan hampir 3 hari. Tapi saya tetap berikan penjelasan apa yang terjadi sebenarnya, untuk meluruskan kesalahpahaman. Kemarahannya sangat besar, sampai dia diam dalam 2 hari, itu membuat saya sangat kacau. Tak hentinya berdzikir, memohon pada Allah agar kemarahannya reda, saya jelaskan dan ungkapkan segala hal yang ada di kepala saya. Sampai akhirnya......
Hari itu, malam itu, akhirnya dia merespon pesan-pesan saya, walau harus perang urat syaraf lagi. Tengah malam, dengan kondisi tubuh sama-sama drop (saya gak makan apa apa 2 hari itu), pikiran kalut, hati saking rindunya, tapi gengsi bercokol tinggi. Saya sadar, saya harus tenang, karena dia lebih 'high-voltage' dari saya saat itu, saya berusaha tenang, membujuknya untuk pulang ke kos. Kalian tau dia dimana? Sedang ikut street-race di lapangan. Masya Allah... Saya bujuk dia dengan berbagai cara, bahkan sampai saya marah sekali. Saya takut terjadi macam-macam pada dirinya. Syukurlah dia mau menurut dan berhenti balapan, Alhamdulillah... Sesaat saya berfikir, inilah buah kesabaran menunggunya. Sejak tengah malam itu, kami kembali baikan. Dan dapat hikmah yang teramat besar, yang semakin membuat saya mencintainya. :') kami mengungkapkan isi hati kami sebenarnya, yang kami pendam selama 2 hari, yang jadi sumber kekacauan diantara kami.
Kami menghadapi berbagai hal yang terjadi, semakin dewasa dengan beragam masalah yang mengelilingi. Saya tidak akan pernah menjauh dan meninggalkannya, takkan pernah. Wallahi, saya mencintainya, bahkan jika saya harus hidup dengan amat sangat sederhana bersamanya.
Ujian percintaan memang selalu hadir, bahkan semakin lama semakin banyak hal yang lebih kompleks dari kelihatannya. Mungkin tidak perlu disebutkan semuanya, tapi sempat saya bingung dan ragu dengan dirinya. Kenapa? Karena saat dia dinas di Pekanbaru, sempat loss contact beberapa hari (1-2 hari saja sebenarnya), susah dihubungi, handphone kadang tidak aktif, dan yang membuat saya kacau teramat sangat adalah kemunculan seorang wanita yang mengaku kenal dengan kekasih saya itu. Alhamdulillah semua itu hanya kebohongan dari si wanita yang kesal karena pacar saya acuh dengan ajakan si wanita yang ngajakin 'backstreet' dibelakang saya. Dalam hati saya membatin 'Ya Allah, resiko punya pacar pilot AU yang ganteng dan keren'.hehe :)
Sayangku, maafkan kalau aku sempat ragu padamu, maafkan kalau aku sempat tak percaya dengan dirimu. Aku bukan malaikat ataupun bidadari yang tak punya salah. Aku hanyalah seorang wanita yang mencintaimu, hanya dirimu, satu-satunya di hidupku. Sang Pencinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar