Rabu, 28 September 2011

Inilah cintaku...

Terkadang sikapmu membingungkan, membuatku harus merenung lama untuk meresapi dan mengerti sikapmu, sembari mengernyitkan dahiku. Apa yang sebenarnya ada dalam hati dan pikiranmu sayangku? Keraguan kah? Ataukah perasaan takut kehilangan itu muncul kembali?

Aku selalu ingat saat kita memulai hubungan ini, lebih dari 10 bulan yang lalu. Perkenalan yang singkat namun sangat mendalam dan tak pernah kita bayangkan sebelumnya. I called it...DESTINY. Sayangku, saat kita berkenalan pertama kali, hal itu seperti deja-vu, aku seperti pernah mengalami hal itu sebelumnya, denganmu. Entah apa yang sedang direncanakan Sang Khalik untuk kita, namun satu hal yang pasti, aku selalu bersyukur saat Allah swt 'mengantarkanku' kepadamu. Pria yang sempurna bagiku di tengah kekurangan yang kamu miliki, kamu tetap sempurna.

Kamu mengajariku untuk menjadi wanita yang lebih baik, menyadarkanku bahwa keangkuhan selama ini ternyata salah tempat. Memberikan hal-hal yang tak pernah kubayangkan sebelum ini. Cintamu, kasih sayangmu yang besar, segala hal yang kita alami memberikan kita pelajaran untuk menyelesaikan segala masalah kita dengan hati dan kepala yang dingin. Meskipun kadang masih jauh dari harapan kita, but we've still tried, right hun? :)

Without you, i'm nothing. Aku bukan apa-apa tanpa kamu, yang. Aku terlanjur terlalu 'bergantung' padamu, tanpa kamu aku benar-benar lemah. Karena kamu kekuatanku, sejak hari itu, hari dimana kita pertama kali berkenalan. Sejak saat itulah aku tidak bisa lepas darimu.

Banyak sekali hal yang kita alami. Yang orang lain pun bahkan belum pernah mengalaminya. Dari hal baik dan buruk kita lewati bersama, menjalani hari-hari penuh airmata, sesak di hati karena kesalahan yang kita buat sendiri. Keegoisanmu dan keegoisanku kadang jadi penyebab semuanya. Namu kita selalu bisa masuk dalam satu arus, satu muara, mengalah. :) mengalah bukan berarti kita kalah, bukan berarti kita lemah dan tak punya kekuatan untuk melawan. Tapi karena memang tidak ada yang harus dilawan, melainkan harus dimengerti.

Kekasihku, sadarkah dirimu kalau sifat kita sama? Tak hanya alur kehidupan kita yang hampir sama, tapi juga isi hati dan kepala kita. Mungkinkah itu yang membuat aku mengerti dirimu? Begitu juga sebaliknya. Tapi kesamaan itu juga yang kadang menjadi permasalahan sendiri. Itulah kehidupan, sayangku. :)

Tak pernah cukup doa yang kupanjatkan, yang menggambarkan betapa aku sangat bersyukur bisa bersamamu sekarang. Terkadang kita 'bodoh', karena membiarkan pikiran-pikiran buruk muncul dan menemani hari-hari kita. Meskipun begitu, tak pernah aku menyesali tiap pertengkaran yang pernah terjadi, karena hal itulah yang membuat kita saling mengerti, mengungkapkan perasaan yang sebenarnya, rasa cinta yang kita punya dan rasakan (walau harus penuh airmata dan mengerahkan segala kekuatan yang tersisa). :)

Aku mencintaimu, sangat ingin bersamamu. Kita memang belum bersatu secara ragawi, namun jiwaku selalu ada bersamamu. Kita menunggu Allah swt menyatukan doa dan cinta kita, agar bisa bersatu seutuhnya. Mendampingi dan bersamamu adalah hal yang selalu menjadi mimpi-mimpi indahku, yang selalu membuatku sukses tersenyum dan mengaminkan berjuta doa dan harapan yang ada di dalam hati.

Sayangku, kekasihku, walau waktu berputar, cinta kita tetap bersinar dan kuat. Jagalah cinta ini, jangan biarkan pikiran buruk kita memenuhi ruang hati, membutakan mata dan telinga kita terhadap kebenaran cinta.

Salam cinta dari yang mengasihi dan sangat mencintaimu.

Sang Pencinta

Tidak ada komentar: