Hanya kalimat tasbihmu yang bisa kusebut, ya Rabb. Hamba mencintainya, Dan rasa ini semakin bertambah kuat tiap detiknya. Membuat hamba tak bisa membendung perasaan untuk bisa bersamanya.
Ya Allah, Dzat Maha Pengasih dan Penyayang, Dzat Yang Maha Kuasa, Izinkanlah kami memulai ini dengan "Bismillahirrahmaannirrahiim" dan mengucapkan "Alhamdulillahirabbilalamin" saat engkau persatukan kami dalam ikatan-Mu yang suci. Izinkan kami menyatukan cinta yang Engkau berikan kepada kami Ya Allah. Kami hanya manusia lemah, yang hanya berupa jiwa yang tak lengkap apabila terpisah satu dengan lainnya. Bersama kami selalu kuat, bersama kami selalu berusaha untuk lulus dari ujian-Mu.
Aku tak mudah untuk mencintai, aku tak mudah mengaku ku cinta, aku tak mengatakan aku jatuh cinta. Dialah satu-satunya lelaki yang kucintai, dialah satu-satunya yang kuinginkan untuk menjadi Imam-ku, yang kucium tangan kanannya selepas sholat, yang kulayani dengan sepenuh hati dan keikhlasan. Yang kudampingi saat ia bersedih, yang kukuatkan saat ia melemah. Hanya dia Ya Rabb, lelaki pertama dan lelaki terakhir, juga lelaki satu-satunya yang kuinginkan untuk kudampingi.
Aku mencintainya karena dialah yang membawaku kembali kepadaMu, yang menunjukkan dan menundukkan kesombongan dan keangkuhan hatiku yang selama ini jauh darimu. Hamba lalai selama ini, merasa hamba kuat. Dan Engkau menyadarkan hamba, melalui dirinya, melalui lelaki yang teramat sangat kucintai.
Ya Rabb, jabahlah doa ini, sempurnakanlah agama kami dengan mempersatukan kami dalam ikatanMu nan suci. Jadikanlah kami hambamu yang selalu bersyukur, yang tak pernah melupakanmu bahkan disaat kami senang.
Rabbana aatina fiddunnya hasanah, wafil aakhirati hasanah, waqina adzaa bannaar.
Wa ja'ala baynakum mawaddataw wa rahmah
Menunggu Sang Ksatria pulang bertugas :') Sang Pencinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar