Rabu, 18 Mei 2011

Kembali Diuji..... Bersabar

Hubungan ini kembali diuji. Saya tetap bersabar, tetap kuat, dan tetap menunggunya.
Hari ini dia masih terbaring lemah di rumah sakit. Mengingat hal ini saya seperti flashback ke 2 bulan yang lalu. Tanggal yang sama, dia juga sedang terbaring lemah. Saat itu bagi saya merupakan ujian yang amat sangat berat.
Tanpa kabar, handphone nonaktif, saya dengan perasaan amat sangat kalut, hanya bisa menangis, dan termenung.
Benar benar saat yang sangat buruk, dimana kesetiaan saya diuji. Dimana cinta kami harus berhadapan dengan masalah ini.
Dan sekarang, haruskah kejadian 2 bulan lalu terulang? Masalah yang sepele sebenarnya. Tapi juga gak bisa disepelekan. Saya tau saya yang salah, cara saya yang kurang tepat dan membuat dia tersinggung, dan berujung sakitnya dia. (Saya sudah menduga dia akan sakit, setelah 3 hari sebelumnya dia kehujanan).
Saya gak tau harus mulai darimana, tapi mungkin harus dimulai saat hari Senin, 16 Mei 2011.
Pagi itu kami smsan, seperti biasa saya bangunkan dia tiap subuh. Sempat smsan beberapa kali, eh dia ketiduran. Jam 6 pagi waktu Banjarmasin, dia balas sms saya, dan ngobrol sebentar. Dimulailah kesalahpahaman itu, dia bilang akan mencoba atur jadwal cutinya untuk menemui saya (for the first real meet).
Saya bilang sabar, dan minta dia tetap semangat kerja. Maksud saya saat itu adalah gak pengen dia banyak pikiran, sedangkan dia masih tugas dinas di Flores. Saya juga sangat ingin bertemu, tapi saya memahami dia, profesinya sebagai perwira AU.
Tapi dia malah mengira dan berfikir saya gak mengerti perasaan dia. Saya ngerti banget, bahkan apa yang saya rasakan sama dengan dia. Ingin bertemu, mengutarakan isi hati masing-masing secara langsung.Akhirnya hari itu dia emosi (dan itulah yang memicu sakitnya muncul lagi).
Seharian saya berusaha menjelaskan apa yang saya rasakan, agar dia mengerti.
Tetap gak ada kabar sama sekali. Samapai tepat jam 17.35 sore, datang smsnya, dia di rumah sakit, dadanya kembali sakit.
Masya Allah, saya langsung lemas membaca pesannya. Saya berusaha menguatkan dia.
Hal yang paling saya takutkan saat dia sakit adalah saat dia bicara yang aneh-aneh, dia berubah jadi orang yang pesimis ketika sakit. Saya gak pernah berhenti menguatkan dirinya, agar dia kembali semangat untuk sembuh. Apapun, bagaimanapun kondisinya saya tetap mencintainya, gak pernah berkurang sedikitpun.
YA Allah, Sembuhkanlah dia, kembalikanlah dia seperti dulu, seperti saat sembuh.
Pertemukanlah kami segera, Ya Rabb. Amin Ya Rabbal Alamin.

-sang pencinta-

Tidak ada komentar: