Aku bertahan karena aku yakin dengan cinta kita, mas. Aku tetap bersabar menunggu sikap kamu, menunggu hingga kamu ngga begitu sibuk lagi, agar kita bisa kayak dulu lagi. Aku ngga nyalahin kesibukan kamu, aku mencoba mengerti dan memahami. Yaaa, hitung-hitung belajar dan mempersiapkan diri jadi istri seorang perwira TNI AU.
Aku mencintai kamu dengan seluruh hati, jiwa, raga, dan seluruh pikiranku. Walau terkadang rasa rindu yang teramat sangat dalam datang menyerang, aku tetap menguatkan diri dan hatiku.
Hanya ditemani foto-foto dan sms-sms kamu, mas. Juga ditemani impian-impian dan khayalan tentang masa depan kita yang indah.
Tahukah kamu aku sering merasa iri dengan teman-temanku dan juga orang-orang yang kutemui sedang jalan dan bersama pasangan mereka. Aku juga ingin seperti mereka, mas. Bisa bertemu kapan saja, paling tidak bisa mendengar suaramu. Tapi aku tetap sabar menunggu kedatangan kamu. Aku selalu bersabar menunggu kamu.
Aku kuat? Ngga, aku bisa berdiri tegar dan bertahan disini dengan hatiku untuk kamu bukan karena aku kuat dan hebat. Tapi karena cinta kita yang selalu aku yakini. Cinta yang besar, cinta yang dari awal pertama sudah kuyakini akan bertahan samapai kapanpun, yang kuat bertahan walau dihadang berbagai masalah. Aku mencintaimu, mas. Mencintai kamu dengan segala kekurangan dan kelebihan dirimu. Aku bukan berpuisi, tapi memang benar yang aku katakan.
Aku mencintaimu, sangat mencintaimu, dan tetap mencintaimu. Meskipun kadang kamu seolah tak menghiraukan rasa rindu yang kuungkapkan, aku tetap mencintaimu dengan cintaku yang besar.
-Sang Pencinta yang (sangat) merindukan Sang Ksatria-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar