Kamis, 07 April 2011

Bertemankan sepi...

Malam ini saya menangis lirih. Sendirian, di kamar yang membuat saya nyaman. Memandangi fotonya membuat dada saya terasa ditarik kuat oleh perasaan rindu yang amat sangat gencarnya. Air mata meleleh tanpa perlawanan.
Kerinduan yang sangat dalam. Rasa cinta yang tak tertahankan. Membuat diriku, Sang Pencinta yang sangat mencintai dan menanti Sang Ksatria hadir menemani di tiap waktunya. (meskipun sebenarnya tidak mungkin).
Aku mencintaimu dengan seluruh jiwa, raga, hati, waktu, pikiran, semua yang ada pada diriku.
Aku mencintaimu selayaknya bintang yang tak pernah bisa hidup tanpa adanya malam. Aku bintang yang redup, hanya berupa debu bintang, serpihan super kecil yang terabaikan. Yang mendapatkan kembali sinarnya karena dirimu, Sang Ksatria, yang jadi sinar kekuatan yang selalu terangi tiap perjalanan bintang.
Aku mencintaimu, Mas.

-sepi dalam kerinduan-

Tidak ada komentar: