Senin, 04 Februari 2013

..:: Saat Kata "KITA" Tak Lagi Bergema (Part. 1) ::...

Sudah lebih berbulan-bulan, dan aku masih mengenangmu. Tak ada yang salah kan? Tenang saja, aku sudah tak menangis tersedu lagi jika bayanganmu hadir kembali.

Bagiku, mengingatmu sudah bukan menjadi hal menyedihkan lagi, justru membangkitkan semangatku tuk beranjak maju. Ya, walau kutau, namamu masih melekat di jiwaku. Membuat perubahan permanen yang sampai sekarang masih sulit kuperbaiki.

:) senyummu, gayamu, suaramu. Bohong kalau kubilang aku melupakan suaramu. Justru suaramu lah yang terus menerus meng"hidup"kanku. Menjadikanku manusia, bukan boneka berjalan.

Kamu sudah pergi, ke tempat yang tak ku ketahui. Bisa jadi kita ada di tanah yang sama, di waktu yang sama. Hanya saja takdir belum memberikan cermin untuk kita bisa melihat satu sama lain.

Aku pun tetap bertahan di tempat ini, entah untuk apa, mungkin demi kenangan yang pernah hadir. Kenangan yang pernah jadi pertanda bahwa cinta darimu ada untukku.

Aku memang naif, Sayang, kau pun tau itu sejak lama. Dan kau pun bahkan tau persis bagaimana jalan pikiranku. Betapa aku tak pernah bisa melayangkan marah padamu, betapa aku berjuang keras menahan egomu, egoku, ego kita.

Begitu banyak hal yang kau ketahui tentangku. Segala hal tentangku. Dari hal-hal terkecil pun kamu tau :). Bagaimana cara menenangkanku, di balik kerasnya sifatmu, di balik sikapmu yang terkadang tak tertebak.

Ya Allah, betapa aku masih menahan bayanganmu di hati dan pikiranku. Betapa aku masih amat sangat menyayangimu. Sampai airmata ini terurai indah untukmu. Menuruni jejaknya di antara ujung kelopak mata menuju hidung dan berakhir di sudut bibirku.

Hanya Allah dan aku yang mengetahui, bagaimana pengaruhmu begitu kuat tertanam di balik sikap kuatku, di balik tegarnya wajah yang kuperlihatkan pada mereka. Aku memulai segalanya dari nol, dari titik yang tak pernah bisa kau bayangkan sebelumnya.

Ya, titik yang bahkan tak pernah kita pikirkan sebelumnya. Siapa yang tau akan berpisah tanpa jejak? Siapa yang kalau akhir cinta kita akan seperti ini jadinya? :).

Hey, I'm still strong, never be strong like this before. Kamu yang membuatku tegar, sekalipun cinta kita harus terpisahkan, tapi aku tetap bisa bertahan karena ada bayangmu yang selalu temaniku. Hanya bayanganmu, bukan dirimu seutuhnya, tapi toh itu sudah membuatku merasa kuat seperti sedia kala saat kita masih bersama.

Aku mencintaimu, apa kau tau itu? Ya, kamu pasti tau, karena kata cinta itu selalu kuucapkan dari awal, bahkan setelah kau menghilang pun kata cinta itu tetap kuhaturkan padamu lewat untaian doa dan namamu yang selalu kusebut di setiap hela napasku.

Mungkin karena aku belum menemukan orang yang tepat, orang yang memang ditakdirkan Allah untuk kudampingi :). Nanti akan ada waktunya kan? Seperti katamu, semua hal sudah diatur Allah, begitu juga pertemuan dan perpisahan kita yang tanpa kata.

Semua hal, ya, semuanya :). Begitu banyak spekulasi, membuat kita hanya berputar di masalah yang sama. karena itu kujalani hariku, menanti saat itu tiba. Saat dimana aku memang harus melepasmu sejauh mungkin. Saat dimana aku harus jadi pendamping hidupnya. Di saat itulah kata "KITA" harus berubah dari aku dan kamu, menjadi aku dan dia.

to be continued...

Tidak ada komentar: