Entah mengapa akhir-akhir ini aku semakin merindukanmu, Mas. Serasa seolah aku seperti kehilangan arahku untuk kesekian kalinya sejak kepergianmu. Begitu rapuh sampai terkadang rasanya sulit untuk berjalan.
Besarnya rasa cintaku, indahnya kenangan kita, selalu muncul setiap kali kucoba untuk bertahan dan berdiri tanpamu. Sulit, tapi aku harus bisa. Sekalipun aku masih harus melawan sekuat tenaga, karena ternyata kilasan hubunga 2 tahun bersamamu tak pernah bisa hilang, sampai sekarang.
Aku kangen, Kamu, Mas. Saking kangennya aku sampai memimpikanmu lagi. Kemana kamu sebenarnya? Apa aku nggak berhak atas segala penjelasanmu? Apa sebegitu kecilkah bagimu apa yang sudah kita jalani selama ini?
Kita bukan pasangan ABG yang kalau ada masalah putus dan cari yang baru. Apa yang kita jalani menuju muara bernama "Pernikahan". Segala hal yang kita bahas, dari tata cara adat, sampai soal dimana kita akan tinggal, sudah kita persiapkan. Juga tentang bagaimana biduk rumah tangga kita nantinya dijalankan :).
Mereka bilang aku tak perlu lagi menunggumu, cari saja yang lain. Tapi mereka tak pernah tau bagaimana rasanya jadi aku, diposisiku. Jika hal ini juga mereka alami, mereka pun pasti akan mendukung.
Aku merindukanmu, Mas, terutama di masa-masa sulit begini, pikiranku banyak, fisikku lelah, aku ingin mengeluh, paling tidak bersamamu sejenak saja sudah bisa menghilangkan rasa gundahku. Ya, Sayang, aku gundah karena suatu hal, tidak, banyak hal sebenarnya.
Dulu saat aku berada di level bawah begini, kamu yang terus berikanku asupan semangat untuk tetap bangkit. Meyakinkanku bahwa apa yang kupilih pasti yang terbaik, mengajariku untuk mensyukuri apa yang kudapatkan selama hidupku.
Ya Allah, Mas, aku sangat kangen, aku sangat rindu kamu (⌣́_⌣̀). Cuma air mata yang bisa kukeluarkan, untuk sekedar 'membuang' perasaan kacau yang mendera hati dan menyita pikiran serta menguras tenaga.
Karena cuma kamu yang mampu mengerti aku tanpa aku harus mengatakan hal itu padamu. Karena kamu seorang Rico, ayah dari Utha, si jagoan kecil. Kalian kekasih hatiku. Kesayangan dan kecintaanku.
Kamu selalu hidup, Mas. Aku yakin suatu saat nanti kamu pasti dihadapanku, untuk menjelaskan segala hal yang kau sembunyikan.
Mas, Pulanglah, Lekas kembali. Aku amat sangat merindukanmu...
Dalamnya rinduku untukmu Sang Ksatria, hanya kamu dan jagoan kita :).
Salam cinta penuh kerinduan.
Sang Pencinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar